44 Eks Pegawai KPK Jadi ASN Polri Akan Jalani Orientasi Usai Dilantik

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 15:09 WIB
Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono memberika keterangan pers di gedung KPK, Jakarta (24/6/2016). Jelang Hari Raya Idul Fitri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau pegawai negeri sipil (PNS) untuk tidak menerima paket parsel dan tidak menggunakan mobil dinas untuk keperluan mudik.
Giri Suprapdiono (Hasan Al Habshy/detikcom)
Jakarta -

Pelantikan 44 eks pegawai KPK untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri direncanakan digelar pekan depan. Mereka nantinya akan menjalani orientasi setelah dilantik.

"Setelah pelantikan kita ada orientasi," ucap Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (7/12/2021).

Giri mengatakan orientasi tersebut nantinya akan menyajikan segala informasi berkenaan dengan ASN Polri. Dia pun menyambut baik soal orientasi tersebut.

"Tahu apa itu PNS, ASN, dan segala macam lebih tahu tentang organisasi Polri. Jadi, saya pikir nggak apa-apa buat pemanasan biar kita nggak kaget juga, karena untuk bisa berkontribusi di lembaga yang sebesar ini tentu kita butuh Informasi yang memadai juga," tutur Giri.

Diketahui, 44 mantan pegawai KPK tersebut sudah menjalani sosialisasi pengangkatan ASN Polri pada Senin (6/12) kemarin. Setelahnya, mereka mengikuti uji kompetensi atau asesmen di Mabes Polri hari ini.

Uji kompetensi itu dilakukan untuk pemetaan sesuai dengan keahlian yang dimiliki masing-masing.

"Tahap berikutnya akan dilaksanakan kegiatan uji kompetensi atau asesmen, uji kompetensi itu sifatnya hanya mapping sesuai kompetensi yang dimiliki oleh pegawai KPK yang akan bergabung sebagai ASN Polri," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

(rak/isa)