Suap Dirut Bank, Vonis Komut Apartemen Ini Diperberat di Tingkat Banding

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 14:39 WIB
Komisaris PT Titanium Property, Ichsan Hasan, Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi
Ichsan Hassan (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta memperberat hukuman Komisaris Utama (Komut) PT Titanium Property, Ichsan Hassan, dari 3 tahun penjara menjadi 5 tahun penjara. Ichsan terbukti menyuap Dirut BTN Maryono.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar R 250 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," demikian bunyi putusan banding yang dilansir di website Mahkamah Agung (MA), Selasa (7/12/2021).

Duduk sebagai ketua majelis Muhamad Yusud dengan anggota Haryono, Singgih Budi Prakoso, Anthon Saragih dan Margareta Yulie Bartin Setyaningsih. Majelis menilai Ichsan sebagai Komisaris Utama telah memerintahkan kepada Direktur PT Titanium Property untuk mengajukan permohonan Kredit Yasa Griya dan Kredit Investasi kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero). Padahal Ichsan mengetahui tidak memenuhi persyaratan karena proyek pembangunan apartemen yang akan dibiayai dana kredit tersebut belum ada IMB dan sertifikat laik fungsi.

"Selain itu, dalam permohonan pengajuan kredit tersebut diterangkan bahwa dari 520 unit apartemen yang ada telah laku sebanyak 383 unit, padahal yang benar-benar laku hanya 30 unit," ujar majelis banding.

Atas permohonan kredit tersebut, telah terjadi pencairan dana yang jumlahnya mencapai Rp 164 miliar.

"Bahwa untuk memperlancar pengajuan kredit hingga pencairan dana tersebut Terdakwa telah memberi uang pelicin sebesar Rp 870.000.000 kepada Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) bernama Dr Drs Maryono MM yang berwenang memutuskan pemberian kredit tersebut," beber majelis.

Uang dari Ichsan diserahkan kepada menantu Maryono, Widi Kusuma Purwanto. Selain itu, Maryono menerima uang dari PT Pelangi Putera Mandiri karena mengabulkan permohonan fasilitas kredit. Uang yang diterima Maryono total seluruhnya dari dua perusahaan ini senilai Rp 4,5 miliar.

Di kasus ini, Maryono dan menantunya, Widi, sama-sama dihukum 3 tahun penjara.

(asp/mae)