Pimpinan KPK Tegaskan Tak Ada Pemberitahuan Sebelum OTT, tapi...

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 11:21 WIB
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Presiden Joko Widodo melantik lima pimpinan KPK periode 2019-2023 yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango (Foto: dok. Antara Foto)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menegaskan tidak ada pemberitahuan sebelum melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada pihak mana pun. Namun, kata Nawawi, KPK selalu memberi peringatan melalui seminar pencegahan korupsi kepada semua pihak.

"Kalau ada cerita-cerita kemarin misalnya ada teman bupati barangkali bilang, 'Pak sebelum OTT, beri tahu dulu itu'. Nggak ada yang seperti itu, Pak Bupati," kata Nawawi dalam Seminar Nasional Sertifikasi dan Penyelamatan Aset BUMN dan Daerah di YouTube KPK, Selasa (7/12/2021).

Nawawi mencontohkan kedatangan Direktur Koordinasi Supervisi V Budi Waluya ke sebuah institusi. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu bentuk peringatan dan pencegahan agar tidak terjadi korupsi di institusi tersebut. Dia pun menegaskan bisikan tak akan diberikan kepada terduga koruptor sebelum OTT dilakukan.

"Kedatangan Pak Budi Waluya dan kawan-kawan ke tempat ini, ini sudah bagian daripada untuk memperingatkan, itu bagian daripada pencegahan. Kedatangan beliau-beliau itu adalah untuk memberi peringatan. Jadi nggak ada harus dibisikin dulu," ujarnya.

Selanjutnya, Nawawi juga sempat menceritakan saat dirinya kerap berkunjung ke salah satu kementerian untuk memonitor sebuah program. Dia menyebut kementerian itu sempat takut mau di-OTT. Padahal kunjungannya itu bisa dijadikan suatu peringatan agar para pejabat bekerja sesuai koridor hukum.

"Kemarin sebelumnya ada pernah ada di satu kementerian, kebetulan kami ditugaskan sebagai wakil ketua di bidang penindakan, kami mendatangi kementerian itu, bukan saya bilang mau ada OTT, nggak, saya datang, saya minta untuk dipaparkan, bagaimana perjalanan program-program misalnya dana bantuan sosial yang telah dilaksanakan oleh kementerian ini," ujarnya.

"Dua-tiga kali saya datang ke Kementerian itu, sebenarnya itu sudah satu warning ada sesuatu yang kita lihat di situ," tambahnya.

Lebih lanjut, menurut Nawawi, peringatan seperti itulah mungkin yang dimaksud Bupati Banyumas Achmad Husein diperlukan para kepala daerah.

"Itu barangkali yang dimaknakan oleh Pak Bupati yang kemarin itu harus seharusnya diingatin, perjalanan kami ke tempat itu sudah kami ingatkan seperti itu," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.