Komisi X DPR Kritik Tagar AtletHarusPaham, Dorong Bonus ke Atlet Cair!

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 10:53 WIB
Indonesia berhasil menjuarai Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China 3-0. Puasa gelar dua dekade Merah-Putih di ajang ini berakhir sudah.
Indonesia saat berhasil menjuarai Piala Thomas 2020 usai mengalahkan China 3-0. (Foto: AP Photo/Claus Fisker)
Jakarta -

Tanda pagar (tagar) AtletHarusPaham sempat menjadi trending di Twitter. Isi tagar tersebut mengritik sejumlah atlet badminton karena menyuarakan bonus usai memenangi Piala Thomas pada Oktober lalu. Komisi X DPR meminta semua pihak tidak mencap negatif para atlet.

"Janganlah kita saling memberikan cap dan label negatif. Apalagi kepada atlet. Kami paham kenapa pemerintah janji memberikan bonus, tentu supaya para atlet percaya diri, termotivasi, dan bersemangat untuk menang," ujar Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi PKS Abdul Fikri Faqih saat dihubungi, Selasa (7/12/2021).

Abdul menilai pemerintah wajib menunaikan janjinya memberi bonus ketika para atlet berhasil mengharumkan nama bangsa. Menurutnya, itu merupakan hal yang wajar.

"Dan tatkala atlet sudah membuktikan perjuangan kerasnya tentu pemerintah punya kewajiban menunaikan janjinya. Seperti itu sebenarnya wajar-wajar saja," katanya.

"Dan mudah-mudahan akan tumbuh jiwa saling percaya antarkita, sehingga prestasi olahraga kita terus melambung dan sukses," lanjut dia.

Dia mendorong Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan para atlet menjalin komunikasi terkait permasalahan bonus ini. Lantas timbul rasa saling memahami antarpihak.

"Atau sedikit barangkali hanya urun rembug. Masing memang harus paham. Tidak hanya atlet, tapi pemerintah, penggemar olahraga, dan atlet semua harus ada saling memahami," katanya.

Lebih jauh, ia mengatakan bahwa Pemerintah dan DPR menata sistem keolahragaan di Tanah Air dengan merevisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN). Dia berharap pembenahan sistem di bidang olahraga mampu meningkatkan pembinaan bakat atlet dan menata kelembagaannya.

"Sambil secara sistematik masing-masing menata diri karena sekarang pemerintah dan DPR cq Komisi X sedang merevisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional," ujar Abdul.

"Ini menyangkut semua aspek keolahragaan kita sehingga nanti pembinaan bakat atlet sejak dini tertangani dengan baik, kelembagaannya juga tertata lebih bagus, cabor juga semakin luas, sistem pendanaan kegiatan olahraga dari pusat hingga di daerah terpenuhi secara optimal," sambung dia.

Simak juga 'Kevin/Marcus Juarai Indonesia Open 2021':

[Gambas:Video 20detik]