Usir Flu Burung, Indonesia Perlu US$ 900 Juta
Jumat, 28 Apr 2006 17:49 WIB
Jakarta - Setiap negara tidak bisa menggunakan resep yang sama dalam mengatasi flu burung. Artinya dana yang diperlukan untuk membasmi habis virus mematikan ini juga berbeda-beda. Indonesia memerlukan US$ 900 juta untuk mengusir virus tersebut. "Ada beberapa alasan yang menyebabkan Indonesia harus mengeluarkan uang sebanyak itu untuk penangan total flu burung," ujar Sekretaris Komnas Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) Bayu Krisnamurthi, dalam jumpa pers di kantor Kementerian Koordinator Kesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (28/4/2006). Menurut Bayu, alasan itu antara lain adalah karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Selain itu, Indonesia juga memiliki jumlah penduduk yang besar. "Hal-hal ini lah yang antara lain menyebabkan kita punya problem lain yang tidak dihadapi negara lain," jelas Bayu. Ditambahkan dia, sekarang ini dunia internasional telah memberikan apresiasi yang cukup berarti dalam penanganan virus ini. Hal itu terlihat antara lai dalam Konferensi Internasional di Beijing pada Januari 2006. Dalam konferensi tersebut ada pernyataan yang menyebutkan akan memberikan bantuan bagi negara-negara yang terserang flu burung. Jumlah bantuannya US$ 1,9 miliar. US$ 1 miliar berbentuk grant, dan US$ 900 juta berbentuk loan. "Yang grant itu, separuh diberikan dalam bentuk bantuan teknis, alat dan sarana. Itu lebih didesain oleh si pemberi bantuan. Sebagian lagi, dalam bentuk kerja sama," kata Bayu. Untuk Indonesia, akan diberikan bantuan dalam bentuk grant, senilai kurang lebih US$ 50 juta. Namun Bayu menilai hal itu masih dalam bentuk janji dan komitmen. "Hingga tahun 2009, kita membutuhkan US$ 200 juta. Rencanya tiap tahun dari APBN per tahunnya akan dikucurkan sekitar US$ 50 juta. Sedangkan dari swasta dan masyarakat disalurkan US$ 20 juta," demikian Bayu.
(nrl/)











































