Cegah Omicron, Wagub DKI Dorong Vaksin Booster untuk Lansia-Komorbid

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 06 Des 2021 23:17 WIB
Omicron: Antrean vaksinasi panjang di tengah kemunculan varian baru, kata Dubes RI di Afsel
Foto: llustrasi Corona varian Omicron (BBC World)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mewaspadai masuknya virus COVID-19 varian Omicron. Pemprov DKI akan mendorong pemberian vaksin ketiga atau booster untuk warga lanjut usia dan komorbid, serta vaksin untuk anak.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mulanya melaporkan saat ini angka kematian akibat COVID-19 di Ibu Kota makin melandai, bahkan rerata per harinya hanya 0 sampai 1 kasus. Namun demikian, dia memastikan jajaran Pemprov DKI terus memantau perkembangan pergerakan Omicron.

"Dinkes terus memantau Omicron melalui sumber yang dapat dipercaya, dari WHO dari Kementerian Kesehatan, dan sumber lainnya," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/12/2021).

Politikus Gerindra itu menyampaikan perlunya langkah preventif demi mencegah penularan varian Omicron. "Terus kita akan coba mendorong vaksin bagi anak umur 6- 11 tahun bisa segera diberlakukan, dan juga booster yang ketiga khususnya bagi lansia dan komorbid," jelasnya.

Riza menuturkan umumnya pasien COVID-19 meninggal dunia karena belum divaksin dan komorbid. Untuk itu, antisipasi varian baru akan diiringi oleh peningkatan kegiatan tracing dan testing.

"Kita pastikan juga meningkatkan surveillance, dan 3T. Testing, tracing dan treatment," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, varian Omicron saat ini tengah membuat banyak negara di dunia waswas, tidak terkecuali Indonesia. Pemerintah terus melakukan upaya dalam rangka mengantisipasi masuknya Omicron ke RI.

Menurut Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan percepatan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun.

"Karena yang banyak terdampak juga anak-anak, Presiden Jokowi memerintahkan agar vaksinasi anak-anak agar segera dimulai yang usia 6-11," tandasnya.

(taa/aud)