Gardu-Bendera Ormas di Jaksel Ditertibkan, Polisi: Kerap Picu Konflik

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 06 Des 2021 18:10 WIB
Aparat gabungan Polres Jaksel, Kodim Jaksel dan Satpol PP Jaksel menertibkan atribut dan gardu ormas di Jaksel
Aparat gabungan Polres Jaksel, Kodim Jaksel, dan Satpol PP Jaksel menertibkan atribut dan gardu ormas di Jaksel (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Polres Jaksel bersama TNI dan Satpol PP menertibkan atribut hingga gardu ormas di wilayah Jakarta Selatan. Polisi mengatakan penertiban atribut dan gardu ormas itu dilakukan karena kerap menjadi simbol kelompok ormas dan memicu konflik kelompok antar-ormas.

"Terhadap potensi gangguan kamtibmas tersebut, kita melakukan kegiatan pencegahan dengan cara melakukan penertiban terhadap simbol-simbol dari kelompok maupun ormas karena simbol-simbol inilah kadang-kadang menimbulkan konflik," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah kepada wartawan di kantornya, Senin (6/12/2021).

Azis mengatakan keributan antar-kelompok ormas kerap terjadi karena masalah sepele yang berkaitan dengan masalah simbol-simbol ormas.

"Misalnya pencabutan bendera, perobekan bendera, perusakan pos, gardu itu bisa menimbulkan perkelahian yang meluas, maka kita melakukan penertiban terhadap simbol simbol yang dimaksud. Tentu kegiatan tersebut (penertiban-red) tetap berlandaskan hukum," tambah Azis.

Azis juga mengatakan penertiban atribut ormas itu juga karena adanya keributan antar-ormas yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan maupun di perbatasan. Keberadaan atribut dan posko ormas di wilayah Jakarta Selatan juga melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2007.

"Eksistensi dari kelompok tertentu atau organisasi masyarakat tertentu, terkadang masalahnya sepele tapi menimbulkan keributan yang meluas. Bahkan kematian seperti yang terjadi di Ciledug maupun di Kembangan, Jakbar," ujar Azis.

"Kemudian untuk penertiban simbol-simbol seperti bendera dan beberapa atribut yang lain kita menggunakan Perda Nomor 8 Tahun 2007, tentu ranahnya ada di depan, yaitu dari Satpol PP untuk penertiban," tambah Azis.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.