ADVERTISEMENT

Rentetan Kecelakaan TransJakarta 2 Bulan Belakangan Ini

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 06 Des 2021 17:50 WIB
Transjakarta tabrak tembok Halte Puri Beta, Ciledug, Tangerang
TransJakarta tabrak tembok Halte Puri Beta, Ciledug, Tangerang. (dok. istimewa)
Jakarta -

Rentetan kecelakaan bus TransJakarta kerap terjadi dua bulan belakangan ini. Bahkan, hari ini bus TransJakarta kembali mengalami kecelakaan.

Sebagaimana diketahui, dua mitra operator Bus TransJakarta, Steady Safe dan Mayasari Bakti, dikenai sanksi buntut kecelakaan bus TransJakarta yang marak ini. Ratusan bus milik dua operator itu dihentikan sementara operasinya.

"Pemberhentian operator, pada Steady Safe ada 119 kendaraan dan di Mayasari ada 110 kendaraan," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta M Yana Aditya saat jumpa pers di kantor PT TransJakarta, Jalan Mayjen Sutoyo Nomor 1, Kota Jakarta Timur, Sabtu (4/12/2021).

TransJakarta menegaskan sanksi tersebut sesuai dengan bunyi poin dalam kontrak kerja sama mereka dengan operator. TransJakarta menyatakan dalam kontrak, kecelakaan termasuk bentuk pelanggaran.

Hari ini, bus TransJakarta kembali mengalami kecelakaan. Bus TransJakarta menabrak tembok di area Halte Puri Beta, Ciledug, Kota Tangerang. Kecelakaan terjadi akibat sopir TransJ lupa menarik rem tangan. Dua hari sebelumnya, TransJakarta juga mengalami kecelakaan dua hari berturut-turut. Dirangkum detikcom, Senin (6/12), ini rentetan kecelakaan TransJakarta.

1. TransJ di Cawang

Tabrakan melibatkan TransJakarta dengan TransJakarta di Cawang, Jakarta Timur, memakan korban jiwa. Dua orang tewas akibat kecelakaan tragis tersebut.

Kecelakaan maut itu terjadi di jalur busway Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, pada Senin (25/10). Selain korban tewas, 37 korban lainnya mengalami luka-luka.

Selain korban jiwa, kecelakaan tersebut mengakibatkan kendaraan mengalami kerusakan parah. Bus TransJ yang menabrak belakang TransJ lain mengalami kerusakan parah di bagian depan.

Dalam jumpa pers di kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (3/11), pihak kepolisian mengumumkan sopir J sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim traffic accident analysis (TAA), kecelakaan tersebut disebabkan faktor human error.

"Hasil kesimpulan, penyebab kecelakaan adalah human error atau dari pengemudi yang meninggal dunia yang membawa bus TransJakarta adalah tersangkanya," ujar Kombes Yusri Yunus.

Polisi juga melakukan pemeriksaan rekam medis sopir J. Hasil pemeriksaan diketahui yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit epilepsi.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT