Genjot Ekonomi Daerah, LaNyalla Dukung Revitalisasi Cagar Budaya

Inkana Putri - detikNews
Senin, 06 Des 2021 17:26 WIB
Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti
Foto: dok. DPD RI
Jakarta - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung revitalisasi cagar budaya di Indonesia. Program tersebut dinilainya dapat memicu geliat pariwisata dan sektor ekonomi di daerah. Hal ini dapat terlihat dari revitalisasi Benteng Van Den Bosch di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang hingga kini progresnya telah mencapai sekitar 60 persen.

"Program revitalisasi cagar budaya menjadi langkah awal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik atau mancanegara. Dengan hal itu sektor pariwisata bergerak, yang kemudian memacu sektor lainnya terutama menumbuhkan perekonomian masyarakat lokal," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Senin (6/12/2021).

Terkait hal ini, LaNyalla berharap revitalisasi tidak hanya dilakukan pada benteng peninggalan Belanda saja, melainkan juga bangunan kerajaan dan keraton.

"Dari puluhan kerajaan atau keraton di Indonesia yang sudah saya kunjungi, kondisi bangunannya banyak yang rusak. Padahal bangunan tersebut merupakan warisan budaya yang bernilai tinggi. Warisan dari entitas sipil yang ikut membidani lahirnya bangsa ini," ujar LaNyalla.

Lebih lanjut, LaNyalla menyampaikan restorasi atau revitalisasi Benteng Pendem masuk dalam turunan proyek strategis nasional. Adapun target dari revitalisasi ini untuk menjadikan benteng tersebut sebagai salah satu destinasi wisata berskala nasional dan internasional.

"Saya sepakat dengan pemerintah yang melihat adanya potensi besar pada salah satu aset negara itu. Makanya penataan dan pengembangan yang dilakukan Kementerian PUPR harus didukung," ungkap LaNyalla.

Meski demikian, dia berpesan agar revitalisasi budaya harus sesuai dengan fungsi kota sehingga akan menjadi daya tarik pada sektor wisata. Selain itu, pemerintah setempat juga diminta untuk memelihara cagar budaya usai penataan.

"Konsep revitalisasi arahnya adalah pelestarian benda-benda bersejarah peninggalan masa lalu, kemudian dimanfaatkan untuk destinasi wisata. Artinya tetap memperhatikan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal," ucap LaNyalla.

"Saya minta, setelah selesai penataan, Pemkab Ngawi dan Provinsi Jawa Timur aktif menjaga dan memelihara bangunan cagar budaya. Sehingga dampak ekonominya berkelanjutan. Perlu juga nanti mencari terobosan baru agar angka kunjungan wisata semakin tinggi, misalnya dengan event-event atau agenda lainnya," pungkas LaNyalla.

Sebagai informasi, pemugaran kawasan Benteng Pendem Ngawi seluas kurang lebih 42.181 m2 ditargetkan selesai pada Januari 2023. Anggaran revitalisasi bersumber dari APBN Tahun 2020-2023 dengan nilai kontrak Rp 113,7 miliar.

Terdapat 13 bangunan yang direstorasi, antara lain barak tentara, mess perwira, dapur umum, kediaman dan kantor jenderal, baston, dan gerbang. Dilakukan juga penataan kawasan dengan membangun jalan atau akses, drainase, pedestrian, jembatan, dan lansekap.

Selain itu, beberapa fasilitas tambahan seperti deep wheel, power house, toilet, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), dan sarana prasarana air bersih turut dibangun.

Simak video 'Jokowi Akan Bangun Green Industrial Park Terbesar di Dunia Bulan Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)