Hujan Ekstrem Sebabkan Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah di Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 06 Des 2021 17:04 WIB
Ilustrasi Hujan Deras Angin Kencang Genangan Air
Foto ilustrasi hujan ekstrem. (Zaki Alfarabi/detikcom)
Denpasar -

Sejumlah wilayah di Bali mengalami bencana akibat hujan sejak Minggu (6/12) malam hingga Senin (6/12) pagi. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar menyebut Bali telah mengalami cuaca hujan ekstrem.

"Telah terjadi hujan dengan kategori sangat lebat hingga ekstrem di sebagian wilayah Bali pada tanggal 5 Desember 2021 hingga dini hari tanggal 6 Desember 2021," kata Kepala BMKG Denpasar Agus Wahyu Raharjo dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (6/12/2021).

Menurutnya, berdasarkan data pos hujan di seluruh wilayah Bali, terdapat 28 titik pos dengan curah hujan di atas 100 mm/hari. Bahkan beberapa stasiun di memperoleh data hujan di atas 150 mm/hari, yakni di Stasiun Meteorologi Ngurah Rai 177,4 mm/hari, Stasiun Geofisika Sanglah 187,5 mm/hari, Pos Balai III 188,2 mm/hari, dan Pos Celuk, Sukawati, Gianyar 226,0 mm/hari.

"Curah hujan lebih dari 150 mm/hari merupakan kategori hujan ekstrem," terang Agus.

Agus menuturkan hujan ekstrem di wilayah Bali disebabkan oleh faktor meteorologis, seperti sebagian besar wilayah Bali memasuki musim hujan, indeks El Niño Southern Oscillation (ENSO) di NINO 3,4 adalah -0,52. Faktor ini secara signifikan meningkatkan potensi hujan di Indonesia.

Selain itu, terdapat pola konvergensi angin di wilayah Bali dan sekitarnya. Hal tersebut menyebabkan penumpukan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Bali. Massa udara basah terkonsentrasi dari lapisan permukaan hingga lapisan 200 mb (12.000 m).

Kemudian, suhu muka laut di sekitar wilayah Bali berkisar 29-30°C. Menurut Agus, suhu muka laut yang hangat dapat meningkatkan potensi penguapan atau penambahan massa uap air di wilayah Bali.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.