Eks Pegawai KPK Rasamala Tolak Jadi ASN Polri, Ini Alasannya

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 06 Des 2021 16:11 WIB
Kepala Bagian Perancangan dan Produk Hukum KPK, Rasamala Aritonang
Rasamala Aritonang (Foto: detikcom)
Jakarta -

Mantan Kabag Perancangan dan Produk Hukum KPK Rasamala Aritonang menjadi salah seorang yang menolak tawaran menjadi ASN Polri. Rasmala menolak tawaran itu karena saat ini tengah fokus mengajar di Fakultas Hukum Universitas Parahyangan.

"Saya sekarang sudah mengajar di Fakultas Hukum Universitas Parahyangan itu juga bagian dedikasi saya dibidang hukum yang juga tentu ada tanggung jawab di situ yang tidak begitu saja ditinggalkan, itu sih lebih ke sana," kata Rasamala di Gedung TNCC Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (6/12/2021).

Rasamala mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah mengajak mantan pegawai KPK untuk bergabung di kepolisian. Rasamala mendukung penuh teman-temannya yang menerima pinangan Kapolri untuk memberantas korupsi.

"Saya nggak (terima), gini, pertama, sebenarnya saya secara personal sangat mengapresiasi Pak Kapolri juga kepolisian yg sudah berupaya memfasilitasi supaya teman teman bisa beralih statusnya dan bisa bergabung di kepolisian itu yang pertama," kata Novel.

"Kemudian yang kedua, saya pikir saya juga mendukung keputusan teman teman yang bergabung, untuk mendukung juga nanti kerja kerja pemberantasan korupsi di kepolisian," sambungnya.

Meski menolak tawaran menjadi ASN, Rasamala menegaskan bersedia kapan pun diperlukan jika teman-temannya membutuhkanya dalam pencegahan korupsi. Rasamala mengatakan dirinya sangat menghormati tawaran Kapolri itu.

"Bahwa tawaran ini disampaikan, tadi saya sampaikan dengan baik kepada pihak panitia, juga ada apa, dari SDM kepolisian saya sampaikan bahwa saya sangat menghormati sangat menghargai, tetapi memang sudah ada komitmen yang dibuat sebelum proses ini dan itu bagian dari tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan," kata Rasamala.

Sebelumnnya diketahui, Novel Baswedan dan 43 mantan pegawai KPK menerima tawaran Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polri. Namun ada pula 8 orang lainnya yang menolak tawaran menjadi ASN Polri.

"Yang mengisi surat perjanjian dan menyatakan bersedia menjadi ASN Polri sebanyak 44 orang , yang tidak bersedia 8 orang," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dimintai konfirmasi, Senin (6/12).

Ramadhan menerangkan ada empat orang mantan pegawai KPK yang masih menunggu konfirmasi terkait pengangkatan ASN. Polri akan memberikan batas waktu sampai besok pagi.

"Menunggu konfirmasi 4 orang, diberikan batas waktu sampai besok pagi," kata Ramadhan.

Simak video 'Alasan Novel Baswedan Cs Terima Tawaran Jadi ASN Polri':

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/dwia)