Dosen A Ngaku Khilaf Cabuli Mahasiswi Unsri saat Minta Tanda Tangan Skripsi

ADVERTISEMENT

Dosen A Ngaku Khilaf Cabuli Mahasiswi Unsri saat Minta Tanda Tangan Skripsi

Prima Syahbana - detikNews
Senin, 06 Des 2021 13:41 WIB
Palembang -

Dosen A (34) yang merupakan terlapor dugaan pencabulan mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial DR (22), menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumatera Selatan (Sumsel). Dosen A tidak membantah pencabulan itu dan mengaku khilaf.

"Klien kita mengakui kejadian itu terjadi karena dia khilaf. Memang keduanya bertemu, peristiwa itu ada. Klien kita diperiksa di sini (Polda Sumsel) sejak pukul 09.00 WIB," kata kuasa hukum Dosen A, Darmawan, ketika ditemui di Mapolda Sumsel, Senin (6/12/2021).

Menurut Darmawan, berdasarkan keterangan A, peristiwa itu terjadi di sebuah ruangan kampus Unsri, Ogan Ilir, beberapa waktu lalu itu. Dia mengatakan antara A dan korban belum pernah ada percakapan atau berhubungan sebelumnya.

"Pertemuan di lokasi saat kejadian itu, belum pernah ada janji sebelumnya di antara pelapor dan klien kita. Tidak ada WA (WhatsApp), tidak ada telepon, tidak ada janjian. Baru satu kali dilakukan," katanya.

Dia mengaku, pihaknya dalam hal ini menghormati proses hukum yang kini dalam tahap penyidikan kepolisian. Dia menyebut sementara ini sudah 30 pertanyaan dilayangkan penyidik ke kliennya.

"Kita menghormati proses hukum penyidik, Sejauh ini ada 30 pertanyaan penyidik yang disampaikan ke klien kita" katanya.

Pantauan detikcom, Senin (6/12) pukul 12.30 WIB, salah satu mahasiswi Unsri yang merupakan pelapor dugaan pelecehan dosen juga turut diperiksa di Polda Sumsel. Dengan pengawalan ketat, korban keluar dari ruang Subdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel.

Sementara, hingga berita ini ditulis, dosen A masih menjalani pemeriksaan.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT