Pimpinan KPK Harap Berantas Korupsi Tak Tumpang-Tindih Meski Beda Seragam

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 06 Des 2021 10:22 WIB
Komisi III DPR hari ini memulai uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) bagi calon pimpinan KPK. Salah satu yang diuji adalah Nurul Ghufron.
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron tidak ingin ada tumpang-tindih yang terjadi di antara aparat penegak hukum dalam melakukan pemberantasan korupsi. Dia berharap aparat penegak hukum bisa saling menyatukan visi.

"Harapannya kalau visinya sama, untuk memberantas korupsi, nggak ada tumpang-tindih, saling melemahkan, karena visi sama. Beda seragamnya, beda kantornya, tapi mimpinya sama," kata Ghufron dalam sambutannya di acara 'Diskusi Panel Mewujudkan Sinergi Antara Aparat Penegak Hukum dan Instansi Terkait' yang disiarkan YouTube KPK, Senin (6/12/2021).

Ghufron kemudian mengibaratkan aparat penegak hukum laksana tim sepak bola. Masing-masing pemain memiliki tugas dan fungsi sesuai dengan posisinya.

"Laksana permainan sepak bola, kalau tahu satu tim, lawan dan golnya di depan, maka kita harus kemudian menempatkan, memberikan posisi masing-masing. Ada yang striker, ada yang gelandang, ada yang bek, ada yang gawang, maka nggak logis kalau penjaga gawang mau main sendiri. Tidak logis kalau kemudian striker mau main sendiri," ujarnya.

"Maka setelah visinya sama, kami berharap ada struktur, ada peran yang ditempatkan sesuai dengan kita memainkan irama pemberantasan korupsi," lanjutnya.

Ghufron juga berharap antara aparat penegak hukum satu dan lainnya bisa saling berbagi kelebihan dan menutupi kekurangan. Sebab, kata Ghufron, KPK merupakan lembaga perkawinan dari kementerian dan instansi negara lainnya.

"Yang terakhir yang kami harapkan dari acara koordinasi ini adalah bagaimana agar kemudian kalau visinya sudah satu, merasa satu tim, kemudian punya posisi masing-masing, maka kita bisa saling berbagi kelebihan dan saling menutupi kekurangan," tuturnya.

"Kalau suah visinya satu, maka saya yakin, KPK kurang SDM minta ke Kepolisian, KPK kurang Jaksa Penuntut Umum minta ke Kejaksaan, KPK butuh penghitungan kerugian negara, minta ke BPKP, KPK minta penelusuran transaksi keuangan minta ke PPATK. Itu saling berbagi, karena sesungguhnya KPK ini bukan siapa-siapa, KPK adalah lembaga perkawinan dari Bapak/Ibu sekalian," ucapnya.

Lebih lanjut Ghufron mengatakan KPK bisa tegak berdiri karena hadirnya sumber daya manusia (SDM) dari lintas instansi. Dari Kepolisian hingga Kejaksaan.

"Kami itu hadir tegak berdiri karena SDM dari Polri, Kejaksaan, BPKP dan banyak kementerian lain yang masuk di kami. Kami sesungguhnya adalah lembaga perkawinan dari Bapak-Ibu sekalian dalam memberantas korupsi," imbuhnya.

Simak Video 'Survei Indikator: TNI Paling Dipercaya Publik, KPK di Posisi ke-5':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/mae)