Sorotan Anies ke Kontraktor Usai Sumur Resapan Rusak Jalan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Des 2021 06:21 WIB
Anies Baswedan berkunjung ke KAHMI Jatim untuk bersilaturahmi
Anies Baswedan (Foto: Faiq Azmi)

Kadis SDA Lalukan Evaluasi

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Yusmada Faizal memastikan pihaknya segera menjalankan instruksi Gubernur DKI Jakarta itu. Dia mengaku telah berkoordinasi dengan kontraktor pemegang proyek sumur resapan untuk memperbaiki jalan yang ambles.

"Kami telah mengevaluasi baik sumur resapan yang sedang dibangun maupun sumur resapan yang sudah beroperasi agar berfungsi dengan optimal. Kami juga terus berkoordinasi dengan kontraktor terkait," katanya.

Yusmada juga telah menginstruksikan kontraktor agar merapikan sumur resapan di Jl Lebak Bulus III, Jakarta Selatan. Selanjutnya, kontraktor membuat lubang air di lokasi sumur resapan yang sudah ditutup aspal sehingga bisa menyerap air hujan ke dalam tanah.

"Kami bergerak cepat jika terjadi permasalahan di lapangan dalam proses pembuatan drainase vertikal," imbuhnya.

Kontraktor Dipanggil

Yusmada Faizal mengatakan pihaknya telah memanggil kontraktor yang membangun sumur resapan di Jalan Lebak Bulus III, Cilandak, Jakarta Selatan. Pemanggilan dilakukan buntut dari proyek sumur resapan yang menyebabkan kerusakan jalan.

"Saya selaku pengguna anggaran Kepala Dinas SDA memanggil pelaksana dari pembangunan drainase vertikal ini dan melakukan pemeriksaan terhadap kekurangakuratan atau ketidaksempurnaan atas pekerjaan (drainase vertikal) ini," kata Yusmada.

Yusmada menuturkan, proses pemanggilan kontraktor dilakukan saat meninjau langsung perbaikan sumur resapan di Jalan Lebak Bulus III. Usai pemanggilan itu, Dinas SDA telah memberikan teguran kepada kontraktor.

"Kita sudah memberikan teguran kepada mereka untuk dalam waktu secepatnya melakukan perbaikan dan menyempurnakan secara benar agar drainase vertikal ini berfungsi baik sesuai dengan yang kita harapkan," jelasnya.

Pemprov DKI Jakarta kata Yusmada, membangun 2 jenis sumur resapan yaitu sumur resapan dangkal dan sumur resapan dalam. Sumur resapan dangkal berfungsi menekan genangan air di permukaan tanah dengan cara mengalirkannya ke sumur resapan.

Sedangkan sumur resapan dalam berfungsi untuk menambah cadangan air tanah. Sumur resapan dangkal berpotensi menampung dan menyerapkan air ke dalam tanah sebanyak 11.502.420 m3.

Dia menyebut ke depannya, Pemprov DKI Jakarta akan membangun sebanyak 1.150.242 unit sumur resapan dangkal dan 100 lokasi sumur resapan dalam di wilayah DKI. Pembangunan sumur resapan atau drainase vertikal menjadi kunci bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi terjadinya banjir di sejumlah titik yang rutin terdampak.

Selain mencegah banjir, menurutnya, gerakan pembangunan sumur resapan juga menjadi solusi menciptakan lapangan kerja sekaligus memperbaiki lingkungan dan konservasi air menuju Jakarta Kota Ramah Air.

Hingga 9 November 2021, drainase vertikal tipe buis beton sebanyak 16.035 titik dengan daya tampung 31.498 m3. Sementara itu, daya tampung sumur resapan tipe modular sebanyak 6.633,7 m3. Kapasitas sumur resapan yang sudah ada (buis beton+modular+optimalisasi) sebanyak 38.453 m3.


(lir/mae)