Prabowo-Ganjar-Anies Pimpin Survei Capres, Mungkinkah Hasilnya Berubah?

Firda Cynthia Anggrainy Al Djokya - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 22:49 WIB
Diskusi Mungkinkah Capres Teratas Versi Survei Berubah
Diskusi 'Mungkinkah Capres Teratas Versi Survei Berubah' (Foto: Firda Cynthia/detikcom)
Jakarta -

Hasil survei yang mengukur elektabilitas calon presiden (capres) 2024 kini memunculkan banyak nama tokoh politik. Berdasarkan survei terbaru yang dirilis Indonesia Political Opinion (IPO), nama Anies Baswedan berada pada posisi teratas survei capres 2024, kemudian oleh Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Prabowo Subianto.

Pengamat Politik Hasan Nasbi menilai bahwa potensial capres justru dipengaruhi oleh konsolidasi partai politik. Dia menyebut tiga parpol dengan perolehan suara terbesar pada pemilu 2019--PDI Perjuangan, Golkar, dan Gerindra-- akan fokus memajukan capres pilihannya masing-masing.

"Kalau menurut saya, 3 partai besar hari ini, PDIP, Gerindra, Golkar itu pengin punya double impact. Jadi punya calon presiden sendiri," ujar Hasan dalam diskusi bertajuk 'Mungkinkah Capres Teratas Versi Survei Berubah?' di Cikini, Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu (5/12/2021).

"Misalkan, Gerindra kan punya orang yang powerful seperti Prabowo. Secara elektabilitas powerful, tapi kan partainya nomor 2. Kalau kursi malah nomor ketiga. PDIP, dia gak punya tokoh. Bukan gak punya tokoh, dia punya Ganjar sih tapi kan sulit membayangkan Ganjar namanya keluar dari PDIP. Yang paling memungkinkan kan Bu Puan," lanjut dia.

Politikus Gerindra Arief Poyuono menilai bahwa sosok Ganjar-Anies akan 'habis baterai' pada tahun 2022. Sehingga tidak ada lagi tempat untuk pencitraan.

"Dua tokoh ini baterainya habis di 2022. Baterainya habis, Ganjar dan Anies. Mau tidak mau, percaya tidak percaya. Jokowi adalah hasil power of the media. Dua tokoh ini, baterainya habis, tidak ada lagi tempat untuk pencitraan," kata Arief.

Sementara, ia menuturkan bahwa Anies kini sedang berpolemik terkait penyelenggaraan ajang balap mobil listrik Formula E yang menuai kontroversi. Anies juga sempat diperiksa oleh KPK untuk melacak aliran dana yang sudah dikeluarkan Pemprov DKI Jakarta untuk penyelenggaran Formula E.

"Kedua, Anies. Formula E berantakan, bayarnya lebih mahal, diperiksa KPK. 2022, sudah habis. Artinya, baterainya habis, pencitraannya habis," kata dia.

Mantan Waketum Gerindra itu menilai bahwa Prabowo Subianto juga memiliki persoalan untuk maju pilpres 2024. Pasalnya, Prabowo sudah berkali-kali mencapres dengan modal yang tak sedikit.

"Sekarang tinggal Pak Prabowo. Pak Prabowo juga sudah tiga kali ini, logistiknya sudah habis besar-besaran, saya tahu banget," ujar Arief.

Terlebih, menurutnya, sosok Prabowo bukan tipekal politikus yang suka pencitraan. Kepribadian itu yang ia sebut berbeda dengan Ganjar dan Anies.

"Pertanyaannya, apakah masih ada sisa di 2024 untuk bertarung nanti. Repotnya lagi, Pak Prabowo nggak suka pencitraan. Dia kerja ya kerja aja ikuti perintah Joko Widodo, betulin Menhan. Nggak bisa dia berpura-pura kayak Ganjar, kayak Anies," sambungnya.