6 Fakta KRL Anjlok Dekat Stasiun Sudimara

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 20:38 WIB
Sebuah Kereta Rel Listrik (KRL) anjlok di sekitar Stasiun Sudimara, Ciputat, Tangerang Selatan. KRL tersebut tengah diperbaiki petugas.
Evakuasi KRL anjlok di Stasiun Sudimara. Foto: Andhika Prasetia/Detikcom
Jakarta -

Kereta Rel Listrik (KRL) anjlok di dekat Stasiun Sudimara, Tangerang Selatan, siang tadi pukul 12.20 WIB. Petugas KAI Commuter pun langsung mendatangi lokasi dan melakukan perbaikan.

"Gangguan operasional terjadi pada pukul 12.20 WIB di sekitar Stasiun Sudimara. Saat ini (red: sewaktu kejadian) petugas dari KAI Commuter dan PT KAI Daop 1 Jakarta telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangannya, Minggu (5/12/2021).

Berikut fakta-fakta terkait anjloknya KRL di dekat Stasiun Sudimara:

1. Perjalanan KRL Terganggu

Anjloknya KRL tersebut menggangu arus pejalanan kereta dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Serpong maupun dari arah sebaliknya.

"Untuk perjalanan KRL yang terdampak saat ini hanya di lintasan Rangkasbitung (Tanah Abang-Serpong/Rangkasbitung Pulang-Pergi)," terang Anne.

KAI Commuter pun melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas di jalur KRL dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Serpong. KRL yang melintas dari Stasiun Serpong hingga Stasiun Kebayoran hanya diperkenankan menggunakan satu jalur.

"Meskipun masih dapat melintas di lokasi menggunakan satu jalur. Namun tetap akan ada keterlambatan perjalanan KRL sehubungan adanya gangguan operasional ini," katanya.

2. KRL Anjlok Tidak Angkut Penumpang

KRL anjlok tersebut sedang tidak mengangkut penumpang. Diketahui, KRl tersebut merupakan kereta cadangan yang disiapkan menuju Stasiun Tanah Abang.

"KRL tersebut merupakan KRL yang sedang tidak melayani pengguna. KRL tersebut adalah kereta cadangan yang sedang disiapkan menuju ke Stasiun Tanah Abang," ujar Anne.

Warga sekitar dengar suara keras saat KRL anjlok baca di halaman selanjutnya..

3. Warga Sempat Dengar Suara Keras

Junaidi, salah satu warga yang berdagang di depan pintu perlintasan KRL, mengaku mendengar suara cukup keras. Dia juga mengaku merasakan getaran rel yang cukup kencang.

"Kejadiannya sekitar 12.30-an tadi tuh. Iya dengar suara 'bruk' gitu getaran rel pokoknya agak kencang juga," katanya di lokasi, Minggu (5/12/2021).

Dirinya bercerita, saat insiden tersebut terjadi, palang pintu masih dalam kondisi tertutup sehingga tidak ada yang melintas di perlintasan.

4. Lalin di Lokasi Sempat Diputar Balik

Pengguna jalan yang melintas di sekitar pintu perlintasan kereta di Jalan Jombang Raya dekat Stasiun Sudimara diminta berputar balik. Pasalnya, anjloknya KRL tersebut tepat di depan perlintasan kereta sehingga menutup jalan dari arah Jombang menuju Ciputat ataupun sebaliknya.

Warga sekitar di lokasi langsung berinisiatif memberi tahu pengendara yang hendak melintas bahwa jalan tidak bisa dilalui. Warga menganjurkan para pengguna jalan berputar balik.

"Iya ini dari tadi pertama anjlok kita warga sekitar langsung inisiatif untuk mengarahkan pengguna jalan putar balik karena memang tidak bisa dilalui," ujar seorang warga, Ichsan, kepada wartawan di lokasi, Minggu (5/12/2021).

5. Stasiun Tanah Abang Jadi Padat Penumpang

Imbas dari anjloknya KRl di Stasiun Sudimara membuat calon penumpang di Stasiun Tanah Abang membeludak. Alasannya, rute perjalanan KRL menjadi terganggu.

Seorang calon penumpang bernama, Koko, mengatakan sudah menunggu KRL selama kurang lebih satu jam lamanya. Dia bersama keluarga hendak menuju Stasiun Rangkasbitung. Namun karena ada hambatan akibat kereta anjlok di Stasiun Sudimara, ia terpaksa menunggu lebih lama.

"Saya sudah hampir satu jam," kata Koko.

KRL dievakuasi usai 4 jam baca di halaman selanjutnya..

Koko menjelaskan, beberapa penumpang memutuskan menggunakan transportasi lain. Mereka keluar dari Stasiun Tanah Abang saat mengetahui terdapat hambatan.

"Ada, kurang tahu saya (naik kendaraan apa)," pungkasnya.

6. Berhasil Dievakuasi Setelah 4 Jam

Anjloknya KRL tersebut diketahui terjadi pada pukul 12.20 WIB. Sekitar pukul 16.30 WIB, KRL tersebut terpantau sudah berhasil dievakuasi oleh petugas KAI Commuter.

Rangkaian gerbong KRL ini dievakuasi dengan cara pemisahan menjadi dua bagian. Pengevakuasian rangkaian gerbong ini menggunakan kereta penolong berwarna kuning dari arah Tanah Abang.

Wakapolsek Ciputat Timur AKP Ahmad Mulyono mengatakan, setelah empat jam, Jalan Raya Jombang sudah bisa dilalui pengguna jalan.

Menurutnya, dari pukul 12.30 sampai 16.30, jalan baru bisa dilalui kembali oleh kendaraan roda dua dan empat.

"Alhamdulillah karena empat jam sebelumnya kereta api melintang di jalur utama sekarang sudah bisa di lalui dari dua arah. Sudah kita atur sedemikian rupa supaya bisa dilalui kembali seperti semula normal kembali," katanya kepada wartawan di lokasi, Minggu (5/12/2021).

Mulyono tidak menampik bahwa sebelumnya sempat terjadi kemacetan di jalan ini. Tetapi, menurutnya, pihaknya langsung gerak cepat untuk mengarahkan pengguna jalan mengambil jalan alternatif.

(rak/dhn)