RI Tunda Penempatan Pekerja di Malaysia, Ini Alasannya

Yudistira Imandiar - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 20:08 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan menunda penempatan pekerja Indonesia di perkebunan sawit Malaysia. Hal ini lantaran belum adanya pembaharuan MoU soal penempatan dan perlindungan pekerja domestik dengan pihak Malaysia yang habis sejak 2016.

Saat bertemu dengan Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia, Datuk Zuraida Kamaruddin di Gedung Kemnaker, Minggu (5/12), Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menerangkan pihaknya bertindak sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Presiden menginstruksikan agar penempatan PMI ke Malaysia dilakukan setelah pembaruan MoU rampung.

"Nah, ini kan MoU sudah habis di 2016 dan harus diperbaharui. Kita lakukan pembahasan dan penandatanganan ulang untuk membangun tata kelola penempatan PMI. Payung besar hukum terkait dengan pekerja migran rumah tangga atau domestik harus diselesaikan dulu agar semua bisa teratasi," ucap Ida dalam keterangannya, Minggu (5/12/2021).

Ida mengatakan Pemerintah Malaysia meminta sebanyak 32 ribu pekerja Indonesia yang akan ditempatkan di perkebunan sawit. Ia menambahkan persoalan penempatan PMI di Malaysia tidak hanya terkait perkebunan sawit, tapi terdapat persoalan yang jauh lebih besar, yaitu menyangkut pekerja domestik.

Ida mengulas terdapat beberapa isu ketenagakerjaan lainnya yang harus dibahas terlebih dahulu terkait penempatan PMI ke Malaysia. Hal itu untuk memastikan agar Pemerintah Malaysia dapat memberikan pelindungan bagi PMI di semua sektor yang lebih baik lagi.

"Nah, ini harus selesai dulu. MoU ini harus ditandatangani, baru masalah lain mengikuti itu. Kami ingin agar perlindungan pekerja migran kita lebih baik lagi dan lebih diseriusi," tegas Ida.

(ega/ega)