Pekerja Migran Asal Pontianak di Malaysia Jatuh Sakit, BP2MI Surati Kemlu

Adi Saputro - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 14:34 WIB
Keluarga Prehartini (Adi Saputro/detikcom)
Keluarga Prehartini (Adi Saputro/detikcom)
Pontianak -

Prehartini (23), pekerja migran asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), jatuh sakit dan terpaksa menjalani perawatan intensif di ICU di salah satu rumah sakit di Selangor, Malaysia. Keluarga memohon agar Prehartini dipulangkan.

Kudriyani (49) ibu kandung Prehartini, akhirnya melaporkan keberadaan dan kondisi anak sulungnya ke Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI) Pontianak, Senin (29/11).


"Prehartini pergi, ndak tahu. Kami kehilangan kontak dan beberapa kali di bel, hilang kontak. Tahu-tahu sudah di bandara Soekarno, dan setelah itu hilang kontak lagi. Katanya di Malaysia kerja di klinik di rumah sakit. Bagian bersih-bersih. Saya tidak pernah pegang handphone, saya dapat kabar seminggu yang lalu dari kawannya yang mengabari Prehartini sakit keras," lirih Kudriyani usai melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke BP2MI Pontianak.

Diketahui, Kudriyani memiliki tiga anak, dan Prehartini adalah anak pertamanya. Selepas lulus SMA, Prehartini tanpa diketahui keluarga berangkat ke Malaysia melalui Bandara Internasional Supadio, Pontianak.

Kudriyani mengatakan pihak keluarga sudah 2 tahun tak mendapatkan kabar Prehartini. Kudriyani sangat berharap pemerintah memulangkan anaknya kembali ke Pontianak.

Sudah lama tak bertukar kabar, keluarga terpukul saat mengetahui Prehartini sakit keras dan meminta dikirim uang perawatan rumah sakit sekitar Rp 5 juta.

Awalnya keluarga tak yakin dan menganggap permintaan uang sebesar itu adalah penipuan, namun setelah mendapatkan penjelasan dari rumah sakit di Malaysia dan menerima foto-foto serta video kondisi Prehartini saat ini, keluarga akhirnya yakin.

Namun pihak keluarga tetap tak sanggup membayar tagihan biaya perawatan rumah sakit. Apalagi pekerjaan Kudriyani sebagai asisten rumah tangga dan ayah Prehartini, Basrun (51), yang berhenti sebagai sopir akibat dampak pandemi, makin membuat keluarga ini kalut.

"Saya berharap pemerintah mau membantu pemulangan Prehartini, anak saya ke Pontianak," ucapnya.

Tante Prehartini, Mira menambahkan keluarga tidak mengetahui dengan siapa Prehartini pergi dan bekerja di Malaysia. Keluarga saat ini menunggu kabar lanjutan agar pemerintah bisa sesegera mungkin memulangkan Prehartini ke kota asalnya di Pontianak.

Mengenai penyakit yang diderita Prehartini, keluarga belum mengetahui informasi apa pun. Pihak keluarga hanya mengetahui Prehartini dalam kondisi sakit keras dan dirawat di ruang ICU di Malaysia.

"Kerja di Malaysia, di rumah sakit. Dia berdua berangkat ke Malaysia, dua tahun mereka di Malaysia tidak pernah ada komunikasi. Seminggu yang lalu kawannya mengabari Tini sakit, kami kira berita ini bohong. Tak lama dokter Selangor kabari Prehartini sakit. Kami minta pulangkan Prehartini, kami nggak minta apa-apa," kata Mira, tante Prehartini.

Laporan keluarga Prehartini diterima langsung petugas Crisis Center BP2MI Pontianak. Pihak BP2MI Pontianak bakal berkoordinasi dengan instansi lainnya.

"Ada masyarakat yang telah melaporkan pengaduan kepada kami, kami akan segera melakukan komunikasi dengan instansi lainnya, kita sesuai prosedur dan menyurati kementerian luar negeri dan memfasilitasi pemulangan PMI ini ke daerah asalnya," kata Kabid Pengelola Perlindungan dan Pemberdayaan BP2MI Pontianak, Iptu Garuda Pampa.

(isa/isa)