ADVERTISEMENT

16 Tahun CT Arsa, Anita Tanjung Bicara Tantangan Pandemi-Climate Change

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 13:13 WIB
Jakarta -

Hari ini CT ARSA Foundation genap berusia 16 tahun. Acara bertemakan '16 Tahun Berbagi dan Berkolaborasi' digelar sejalan dengan pesan yang disampaikan CT ARSA Foundation agar bisa berkolaborasi, kita bisa terus bersama berbagi dan menebar manfaat hingga pelosok Indonesia.

Acara ini dihadiri pendiri CT ARSA Foundation, Chairul Tanjung beserta Anita Ratnasari Tanjung sebagai ketua CT ARSA Foundation.

"Syukur alhamdulillah CT ARSA Foundation berjalan lancar selama 16 tahun, 16 tahun itu adalah karena kehendak Allah," ucap Ketua CT ARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, dalam perayaan HUT 16 Tahun CT ARSA Foundation di Studio 1 Transmedia, Jakarta Selatan, Minggu (5/12/2021).

CT ARSA Foundation memiliki visi untuk memutus rantai kemiskinan dengan memberikan pendidikan yang berkualitas dan kesehatan yang optimal. Program tersebut tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Dalam sambutannya, Anita bercerita mengenai perjalanan awal mula terbentuknya CT ARSA Foundation. Perjalanan ini dimulai dari bencana tsunami Aceh 2004 yang kemudian membangun Rumah Anak Madani (RAM) sebagai rumah singgah untuk anak-anak korban tsunami di Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Kami bawa 600 anak ke Deli Serdang, Medan, Alhamdulillah mereka syukur menjadi anak-anak sukses. Pada 2010 kami dirikan Sekolah Unggulan CT ARSA Foundation di Deli Serdang, Sumatera Utara dan 2018 kami dirikan sekolah unggulan kembali di Sukoharjo, Jawa Tengah. Insyaallah kami juga ingin dirikan SMA Unggulan CT ARSA Foundation di Sukabumi, Jawa Barat," kata Anita.

"Semoga juga kami bertekad bisa bangun Sekolah Unggulan di seluruh provinsi di Indonesia," sambungnya.

Dia mengatakan pandemi Corona juga berdampak pada Sekolah Unggulan CT ARSA Foundation. Banyak siswa yang terpaksa dipulangkan ke rumahnya masing-masing dari asrama yang berada di sekolah tersebut.

"Sungguh berat tantangan yang kami hadapi. Alhamdulillah berkat bantuan dari Kepala Sekolah juga dari para guru saya ingin laporkan walaupun proses daring yang kami lakukan kami tetap terapkan kedisiplinan ke mereka. Ini terbukti 90 persen anak-anak kami masuk ke PTN di Indonesia. Bahkan juga di universitas ternama di Indonesia," ungkapnya.

Anita Ratnasari Tanjung juga bicara tentang isu climate change atau perubahan iklim yang menimbulkan banyak dampak negatif untuk kehidupan manusia.

"Kita harus sama-sama menanggulangi itu, kita harus edukasi dan mengubah perilaku orang-orang dari usia dini sampai SMA di bawah didikan CT ARSA Foundation dan tidak itu saja kami juga sebarkan edukasi ke remote-remote area. Kami kirimkan guru-guru berkualitas agar mereka dapat memberikan pelajaran untuk cinta lingkungan, terbiasa untuk tidak buang sampah sembarangan, tanam pohon kembali dan semua itu adalah tekad dari kami," jelasnya.

Menghadapi masalah perubahan iklim tersebut, CT ARSA Foundation hadir dengan memberikan edukasi hingga ke pelosok Indonesia. Edukasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Gerakan Berbagi, literasi, Komunjtas ARSA serta relawan 'PIJAR'.

"Seiring itu, kami tetap bersemangat untuk mengembangkan program kami. Melalui mobil Iqro, multimedia, mobil pintar, ambulance, rescue dan sebagainya. Kami terus meluncurkan program aplikasi literasi digital. Kami dapat kirimkan semua materi kami ke daerah remote area. Semoga anak-anak yang tidak mampu juga bisa menikmati teknologi tersebut," kata Anita.

Tak hanya di bidang pendidikan, CT ARSA Foundation juga menaruh perhatian besar di bidang kesehatan. CT ARSA Foundation memberikan pelayanan kesehatan gigi gratis, edukasi masyarakat serta memberikan pertolongan medis melalui kegiatan ambulance rescue.

"Semoga Allah lindungi kita semua dan berikan anak-anak kami agar dapat memutus mata rantai kemiskinan sehingga mereka dapat merubah nasib bangsa Indonesia dan menjadi Indonesia lebih maju dan lebih jaya," tutupnya.

Selain menampilkan kisah perjalanan dan perjuangan CT ARSA selama 16 tahun, acara yang juga dilaksanakan secara virtual ini turut menyajikan acara hiburan berupa tarian kolosal berbagai daerah, yang menjadi perwakilan lokasi para relawan CT ARSA Foundation tersebar.

(ain/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT