#JusticeForNoviaWidya, Pengusutan Bripda Randy Bagus Harus Dibuka Lebar

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 10:42 WIB
Yandri Susanto (Zhacky/detikcom)
Yandri Susanto (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Komisi VIII DPR RI angkat bicara terkait kasus tewasnya mahasiswi Universitas Brawijaya, Malang, berinisial Novia Widyasari (23) yang menenggak racun. Komisi VIII DPR meminta pengusutan kasus ini dilakukan secara transparan.

"Jadi harus benar-benar diusut tuntas dan dihukum seberat-beratnya tidak ada pula yang ditutup-tutupi, dibuka lebar-lebar sehingga itu menjadi informasi publik," kata Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto saat dihubungi, Minggu (5/12/2021).

Yandri juga prihatin atas kasus ini. Dia meminta penyebab Novia Widyasari nekat bunuh diri diusut tuntas. Apalagi, polisi diduga menjadi penyebab mahasiswi tersebut mengakhiri hidupnya.

"Keprihatinan kita ini, keterkejutan kita ini harus diikuti langkah-langkah yang kongkrit dalam artian ini jangan sampai terjadi kembali dan pelakunya, penyebab dari dia bunuh diri itu harus diusut tuntas, apalagi berkaitan dengan aparat hukum," ujarnya.

Politikus PAN itu juga mewanti-wanti masyarakat untuk aware terhadap kasus serupa. Menurutnya, pencegahan dini perlu dilakukan agar kasus yang menimpa Novia Widyasari tak terulang.

"Mudah-mudahan sebagai orang tua, sebagai tetangga, sebagai teman di tempat-tempat lain itu saling mengingatkan, saling menguatkan. Bilamana ada hal-hal yang mencurigakan, atau banyak merenung atau mungkin ada persoalan-persoalan pribadi itu mungkin bisa langsung dibantu sehingga tidak terjadi ujungnya bunuh diri. Jadi perlu juga pencegahan dini, perlu juga kepedulian kita semua," tutur Yandri.

"Sebenarnya orang yang mau bunuh diri ini kan banyak ciri-cirinya, mungkin banyak merenung, banyak frustrasi kayak stres kan. Maka pencegahan keluar dari masalah itu penting juga dilakukan," imbuh dia.

Kendati demikian, sekali lagi Yandri meminta penyebab Novia Widyasari nekat menenggak racun di atas makam sang ayah harus diusut. Apalagi, kata dia, beredar kabar bahwa korban sebelumnya diperkosa dan dipaksa aborsi.

"Tapi yang paling penting, paling pokok itu penyebabnya itu apa, ada pemerkosaan atau katanya sampai dua kali menggugurkan kandungan itu sekali lagi pelakunya harus dihukum seberat-beratnya," kata Yandri.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Oknum Polisi di Lombok Timur Tembak Rekan Hingga Tewas':

[Gambas:Video 20detik]