#JusticeForNoviaWidya, Pengusutan Bripda Randy Bagus Harus Dibuka Lebar

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 10:42 WIB
Yandri Susanto (Zhacky/detikcom)
Yandri Susanto (Zhacky/detikcom)

Yandri juga meminta kasus ini tidak dianggap remeh. Karena itu, menurutnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta pemerintah daerah setempat harus secara otomatis turun tangan dalam kasus ini.

"Tentu tidak perlu kita minta secara otomatis harus dilakukan oleh Kementerian PPPA dengan jajarannya termasuk yang terdekat dengan korban, apakah pihak Pemda, kecamatan dsb. Artinya ini tidak boleh kita anggap persoalan yang remeh temeh, ini persoalan serius. Ini sangat menyentak kita dengan keterkejutan yang luar biasa. Ada anak muda perempuan yang mungkin kita berharap masih punya masa depan yang bagus tapi kok nekat bunuh diri di samping makam ayahnya, ini kan sesuatu yang tidak lazim," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily. Ace meminta polisi yang diduga menjadi penyebab kematian Novia Widyasari ditindak tegas.

"Prihatin dan miris dengan peristiwa ini. Tindakan yang dilakukan oknum Polisi ini harus diberikan hukuman yang setimpal. Tindakan oknum Polisi yang tidak bertanggungjawab ini harus diberikan sanksi yang tegas. Tindakannya menimbulkan berefek psikologis bagi kekerasan terhadap Novia Widyasari," kata Ace.

Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan SyadzilyWakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily (Foto: dok detikcom)

Ace pun menyayangkan Novia Widyasari sebelumnya tidak mendapatkan pendampingan psikologis. Padahal, menurutnya, pendampingan psikologis harus diterima Novia Widyasari agar dapat bertahan dari tekanan kekerasan yang menimpanya.

"Seharusnya Novia Widyasari mendapatkan pendampingan psikologis agar dapat bertahan dari tekanan kekerasan seperti ini," ujarnya.

Seperti diketahui, Novia Widyasari nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun. Polisi menemukan sisa racun dalam sebuah botol plastik di sebelah mayat korban.

Nama Bripda Randy Bagus kemudian menjadi perbincangan hangat di medsos karena disebut-sebut menjadi penyebab Novia Widyasari bunuh diri di makam sang ayah. Bripda Randy Bagus saat ini sudah diamankan Polres Mojokerto dan terancam sanksi dipecat.

Dari pemeriksaan sementara, Bripda Randy Bagus mengaku menjalin hubungan dengan Novia Widyasari sejak 2019. Anggota Polres Pasuruan itu bahkan dua kali menggugurkan kandungan Novia Widyasari.

Kasus ini juga mendapat sorotan warganet. Di media sosial, beredar kabar bahwa Novia Widyasari sebelumnya diperkosa oleh Bripda Randy Bagus hingga kemudian hamil. Bripda Randy Bagus disebut kemudian memaksa Novia Widyasari untuk menggugurkan kandungannya. Keluarga Bripda Randy Bagus juga disebut melakukan tekanan dan mengintimidasi korban.

Tagar #JusticeForNoviaWidya pun kemudian menggema di media sosial. Warganet meminta kasus ini untuk diusut tuntas.


(mae/imk)