Banjir Rob Jakut, Komisi D DPRD DKI Ungkap Pembangunan Tanggul Baru 35%

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 08:01 WIB
Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Syarif.
Sekretaris Komisi DPRD DKI Jakarta, Syarif. (Dok. DPRD DKI Jakarta)
Jakarta -

Wilayah Pademangan hingga Muara Angke, Jakarta Utara (Jakut), diterjang banjir rob karena pasang air laut. Komisi D DPRD DKI Jakarta mengungkap bahwa pembangunan tanggul laut di utara Jakarta baru selesai 35%.

"Yang sudah dibangun baru 35% saja. Masih kurang 65 persen," kata Sekretaris Komisi DPRD DKI Jakarta Syarif kepada wartawan, Sabtu (4/12/2021).

Menurut penjelasan Syarif, pembangunan tanggul laut di Jakut merupakan tanggung jawab pemerintah. Sisa pembangunan tanggul laut itu menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan segera.

"Kita masih banyak PR soal pembangunan tanggul pantai yang baru selesai kurang dari 35% saja. Saran saya harus segera dilanjutkan pembangunan tanggul itu," ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta mendapat jatah pembangunan tanggul di Jakut sepanjang 22 Km, sedangkan pemerintah pusat 11 km. Sebagian besar tanggul itu belum tuntas pengerjaannya oleh Pemprov DKI Jakarta.

Potensi banjir rob yang terjadi di Jakut, menurut Syarif, sudah disampaikan kepada masyarakat. Syarif tak menampik bahwa banjir rob juga dapat disebabkan turunnya permukaan tanah.

"Banjir rob itu peristiwa alamiah, tapi kali ini bersyukur ada mitigasi sebelumnya. Kan dua hari sebelumnya BPBD sudah beri info akan ada pasang dan badang," ucap Syarif.

"Betul penelitian (penurunan muka tanah) seperti itu, ditambah ada perubahan iklim," imbuhnya.

Banjir rob sebelumnya menggenangi Jalan Lodan Raya, Pademangan, Jakut, sejak tadi pagi. Polisi mengklaim ketinggian air rob di Jl Lodan Raya mulai surut.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan Video 'Banjir Rob Terjang Lodan Dalam Jakut, 900 KK Terdampak':

[Gambas:Video 20detik]