Cerita Mistis Warga Cari Bocah yang Hilang di Lokasi Tukang Bakso Samarinda

Muhammad Budi Kurniawan - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 19:53 WIB
Pencarian yang dilakukan relawan dan warga di gunung Sendawar di lokasi Muhammad Hasbi menghilang Misterius (Istimewa)
Foto: Pencarian yang dilakukan relawan dan warga di gunung Sendawar di lokasi Muhammad Hasbi menghilang Misterius (dok.Istimewa)
Samarinda -

Seorang relawan FKPM Loa Buah, Sabil Husein, menceritakan proses pencarian Muhammad Hasbi, bocah yang hilang di gunung Sendawar, Samarinda, Kaltim. Dia mengungkap dirinya beserta relawan lain banyak mendapati kejadian mistis ketika mencari bocah yang hilang di lokasi yang dulu menjadi tempat hilangnya tukang bakso.

"Ada 3 warga yang kesurupan selama pencarian Hasbi di atas gunung Sendawar," ucapnya saat ditemui di kediamannya orang tua Hasbi, Sabtu (4/12/2021).

Selain itu, dalam proses pencarian, Sabil dan relawan juga mengalami hal mistis. Mereka, kata dia, yang ada disana mengaku mendengar suara tangisan anak-anak.

"Awalnya, kira saya saja yang mendengar, tapi teman-teman juga mendengar ada anak menangis, tapi saat itu saya arahkan teman-teman untuk tetap fokus menyisir," terangnya.

Sabil mengatakan saat proses pencarian, setidaknya ada lebih dari 100 warga dan relawan yang ikut dalam mencari Hasbi. Sebab hilangnya Hasbi begitu banyak mengundang simpati warga Samarinda di media sosial.

"Karena hilangnya Hasbi ini tersebar di media sosial, jadi banyak antusias warga dari luar wilayah yang ikut membantu mencari," bebernya.

"Jadi mereka saat mencari ada yang bawa tampah beras, ada juga yang bawa panci sambil menyisir itu semua dipukul-pukul sambil menyebut nama Hasbi, jadi di atas gunung itu penuh warga yang ikut mencari," imbuhnya.

Tak hanya warga biasa, sejumlah orang pintar atau biasa disebut paranormal pun ikut datang menawarkan bantuan kepada orang tua Hasbi, guna membantu mencari keberadaan Hasbi lewat ritual-ritual.

"Banyak orang-orang datang ke rumah, tadi malam (3/12) saja orang tua Hasbi didatangi orang-orang dan melakukan ritual dan doa-doa di depan rumah," jelas Sabil.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.