Kongres JKPI di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan, ini Daftarnya

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 23:04 WIB
Aturan ganjil genap di Kota Bogor kembali diberlakukan hingga Minggu (14/2/2021). Sedikitnya 20 orang disanksi denda karena langgar aturan ganjil genap di titik check point Tugu Kujang Bogor.
Foto: M Solihin
Jakarta -

Kongres ke-V Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Bogor tak hanya menetapkan Wali Kota Bima Arya sebagai Presidium JKPI periode 2021-2024 saja, tetapi juga menetapkan delapan ibu kota kebudayaan. Penetapan kedelapan kota itu berkaca dari yang terjadi di negara lain.

Antara lain Surakarta (Ibu Kota Kemajuan Kebudayaan), Sawahlunto (Ibu Kota Warisan Sejarah), Banda Aceh (Ibu Kota Bandar Maritim), Bogor (Ibu Kota Berkelanjutan), Siak Sri Indrapura (Ibu Kota Literasi dan Pendidikan), Ambon (Ibu Kota Kreatif), Denpasar (Ibu Kota Kebangsaan) dan Sumbawa (Ibu Kota Perubahan Iklim).

Ketua Dewan Kurator Ibu Kota Kebudayaan JKPI, Taufik Rahzen menyampaikan gagasan penetapan ibu kota kebudayaan bukanlah sesuatu yang baru. Sebab, di Uni Eropa memiliki tradisi menetapkan ibu kota kebudayaan setiap tahun sejak 1980-an.

"Pada awalnya hanya ada satu kota setiap tahun, namun karena antusiasme anggota pada tahun 2000 menjadi 8 kota. Sejak itu dikembangkan yang melibatkan beberapa kota sekaligus," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/12/2021).

Taufik menjelaskan, penetapan ibu kota kebudayaan ini memicu negara-negara Arab dan Amerika untuk menetapkan ibu kota kebudayaan mereka sendiri.

"Arab Capital of Culture ditetapkan mulai 1996 dan America Capital of Culture pada 2000," sebutnya.

Sehingga, kata Taufik, dengan berkaca dari negara-negara lain, maka pra kongres JKPI di Banda Aceh lalu memutuskan untuk memilih delapan kota sebagai ibu kota kebudayaan setiap tahunnya.

"Masing-masing ibu kota kebudayaan ini memiliki karakteristik dan kekuatan masing-masing yang akan dipilih secara berganti setiap tahunnya," kata Taufik.

(ncm/ega)