Wanti-wanti Jokowi ke Aparat karena Hapus Mural Kebebasan Berpendapat

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 21:38 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Penghapusan mural tentang kritik ke pemerintah di sejumlah daerah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi mewanti-wanti aparat agar menghormati kebebasan berpendapat.

Jokowi menyampaikan arahan kepada seluruh peserta apel Kasatwil 2021 di Bali seperti dalam video yang dilihat di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12/2021). Jokowi mengingatkan aparat polisi di tingkat polsek bahwa urusan mural adalah urusan kecil.

"Contoh kecil-kecil saja. Mural dihapus. Saya tahu nggak mungkin itu. Perintahnya Kapolri juga nggak mungkin. Perintahnya kapolda juga nggak mungkin. Perintahnya kapolres juga mungkin nggak mungkin. Itu sebetulnya urusan di polsek yang saya cek di lapangan. Tapi nyatanya dihapus. Oleh sebab itu, beri tahu kapolsek-kapolsek sampai kapolsek diberi tahu. Itu urusan kecil," ujar Jokowi.

Jokowi mencontohkan saat dia datang ke sebuah daerah, mural kritik ke pemerintah dihapus. Jokowi menegaskan tak takut kepada mural, bahkan dia mengaku kerap dihina dan difitnah.

"Saya datang ke sebuah daerah, ada mural dihapus. Rame. Wah Presiden yo urusan... urusan mural, oh urusan mural aja ngapain sih? Wong saya dihina, saya dimaki-maki, difitnah udah biasa. Ada mural aja takut. Ngapain? Baca ini, hati-hati. Ini kebebasan berpendapat, tapi kalau menyebabkan ketertiban masyarakat di daerah menjadi terganggu, beda soal," ujar Jokowi.

Jokowi Apresiasi Lomba Mural Kapolri

Jokowi juga mengapresiasi lomba mural yang digelar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurut Jokowi, lomba tersebut berdampak positif.

"Sehingga saya mengapresiasi di balik Kapolri membuat lomba mural, dan saya kira hasilnya positif," ujar Jokowi.

Simak video 'Jokowi Sentil Polisi 'Dikit-dikit Ditangkap' Sampai 'Mural Dihapus'':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Jokowi Bicara Kepuasan Publik Menurun

Selain itu, Jokowi berbicara mengenai kepuasan publik di bidang hukum yang menurun. Jokowi mengatakan penegakan hukum harus tanpa pandang bulu.

"Kemudian yang ketiga, yang berkaitan dengan kepuasan publik terhadap bidang hukum. Supaya kita tahu, 2019 2020 naik, tapi masuk ke 2021 turun sedikit, hati-hati. Penegakan hukum harus tanpa pandang bulu, ini dilihat masyarakat loh. Masyarakat itu menilai," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan kepuasan masyarakat itu tecermin dalam setiap survei. Karena itu, dia meminta agar semua pihak yang melakukan kejahatan diproses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Artinya, yang sering saya sampaikan, ya memang ketegasan harus. Gigit siapa pun yang terbukti melakukan tindakan kejahatan kepada negara juga kepada masyarakat," ujar Jokowi.

Jokowi juga mewanti-wanti soal indeks kebebasan berpendapat yang turun dengan meminta aparat tidak sembarang menangkap orang.

"Hati-hati terhadap yang namanya indeks kebebasan berpendapat turun. Karena ini persepsi lagi. Dilihat oleh masyarakat, sekali lagi ini persepsi. Dikit-dikit ditangkap. Oleh sebab itu, pendekatan harus persuasif dan dialogis. Persuasif dan dialog," ujar Jokowi.

(knv/eva)