Hajatan Diduga Kontes Waria Viral Berujung Panitia Kena Sanksi Sosial

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 11:30 WIB
Polewali Mandar -

Kontes waria bikin geger warga Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Acara tersebut dibubarkan pihak kelurahan dan kepolisian.

Pihak kelurahan pun menjatuhkan sanksi sosial kepada pihak panitia. Kiki Busman selaku penanggung jawab diduga lalai lantaran kegiatan yang digelarnya menimbulkan keramaian.

Acara kontes yang diikuti waria berpakaian minim tersebut juga dianggap melanggar norma agama dan norma sosial.

"Setelah kami koordinasi dengan yang bersangkutan (Kiki Busman), mungkin ada sanksi atau hal positif yang bisa dilakukan. Untuk supaya menyeimbangkan kegiatan yang telah dilaksanakan dan negatif kesannya," ujar Lurah Pappang, Nabil Widjan Al Hamdani, kepada wartawan, Kamis (2/12/2021).

Kiki Busman sebelumnya sudah dimintai klarifikasi oleh pihak Kelurahan Pappang. Kiki Busman dijatuhi sanksi sosial berupa kegiatan berbagi dengan warga kurang mampu sepekan penuh.

"Dengan berbagi bersama masyarakat kurang. Yang akan kami lakukan sama-sama dengan yang bersangkutan (Kiki Busman)," jelas Nabil.

Respons Panitia

Dalam kesempatan yang sama, Kiki Busman mengaku siap melaksanakan hukuman sosial itu. Hajatan keluarga yang diduga dibarengi kontes waria itu digelar di Desa Pappang, Kecamatan Campalagian, Selasa (30/11) malam.

Petugas membubarkan karena acara tersebut tidak berizin, dianggap melanggar norma agama dan sosial, serta memicu terjadinya kerumunan di masa pandemi COVID-19.

"Terkait sanksinya, insyaallah saya siap. Saya syukuri, karena bisa berbagi dengan sesama," tutur Kiki.

Dia juga mengaku siap meminta maaf atas acara syukurannya yang dianggap menimbulkan polemik di masyarakat.

"Saya meminta maaf, dan saya berjanji tidak akan lagi melaksanakan kegiatan jika dianggap meresahkan, apalagi di masa pandemi virus Corona," katanya.

Kontes waria di Sulbar dibubarkan petugas (Dok istimewa)Kontes waria di Sulbar dibubarkan petugas (Foto: dok. istimewa)

Meski begitu, Kiki membantah hajatan yang digelarnya disebut diselingi dengan kontes waria yang menyebabkan terjadinya kerumunan. Dia mengaku tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut berasal dari berbagai kalangan, termasuk pejabat.

"Itu bukan kontes waria, tetapi acara syukuran. Dasar saya seorang waria, makanya saya undang dulu teman saya yang kebanyakan waria, baru undang orang lain," jelas Kiki.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.