5 Fakta Massa Reuni 212 Pindah Sana-sini Usai Dilarang di Patung Kuda

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 08:17 WIB
Massa Reuni 212 tutup Jl Wahid Hasyim, Kamis (2/12/2021).
Foto: Massa Reuni 212 tutup Jl Wahid Hasyim (Hanafi/detikcom)

Klaim 10 Ribu Peserta Reuni 212 di Patung Kuda

Ketum Dewan Tanfidzi Nasional (DTN) Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif menceritakan sulitnya mendapat izin kegiatan Reuni 212. Slamet mengatakan rencana awalnya panitia mengajukan izin untuk menggelar acara dengan panggung besar di kawasan Patung Kuda.

Rencana itu batal karena tak dapat izin Polda Metro Jaya. Meski demikian, massa Reuni 212 tetep berkumpul di kawasan Patung Kuda. Slamet mengklaim ada 10 ribu massa yang hadir di Reuni 212 di kawasan Patung Kuda.

"Alhamdulillah akhirnya bisa berjalan dua-duanya, aksi superdamai tadi berjalan, 5 sampai 10 ribu kalau prediksi saya yang kumpul bersama kita, Habib Muhammad yang long march dari Tanah Abang. Belum di berbagai titik yang nggak bisa masuk kawasan Patung Kuda, itu laporannya luar biasa banyak juga, artinya tetap reuni tahun ini berjalan dengan sukses, tertib dan damai, lancar, dan dialog bisa kita laksanakan hari ini," ujar Slamet yang disiarkan secara langsung di YouTube, Kamis (2/12/2021).

Geser ke Bekasi

Usai long march Reuni 212 di kawasan Patung Kuda, rangkaian agenda bergeser ke Bekasi. Agenda dialog pindah ke di Aula Masjid Nurul Islam, Rawabogo.

"Alhamdulillah akhirnya bisa berjalan dua-duanya, aksi superdamai tadi berjalan," ujarnya.

Agendanya bertajuk 'Silaturrahim dan Dialog 100 Ulama, Habaib dan Tokoh Nasional: Bersama Mencari Solusi untuk Keselamatan NKRI'.

Rangkaian di Patung Kuda Gagal

Meski peserta Reuni 212 tetap kumpul di kawasan Patung Kuda, namun rangkaian utama agenda ini gagal. Rencana awal Reuni 212 tak terselenggara karena tak ada izin polisi.

"Kemudian panitia ambil alternatif untuk bisa melangsungkan reuninya di kawasan Patung Kuda kita ingin mempertahankan ciri khas kita dalam acaranya, salat Subuh jemaah, zikir, munajat, maulid nabi, tausyiah, doa, dan selesai. Sehingga di kawasan Patung Kuda kita mengajukan permohonan izin keramaian dan tutup jalan supaya bikin panggung besar di kawasan Patung Kuda sehingga acara bisa tetap tertib dan teratur," tutur Slamet.

"Tapi dari pihak kepolisian dengan argumentasi tidak bisa mengeluarkan izin tanpa rekomendasi dari Satgas Gugus COVID Pemda DKI, ketika kita rapat bersama yang dijembatani Pemda DKI semua unsur ada, Damkar, Dinkes Satpol PP, Polda Metro Jaya, komplet. Ketika ditanya Satgas Gugus, saya nggak pernah keluarkan rekomendasi untuk izin, jadi ini satu lempar ke satunya, satu lempar ke satunya, kaya ayam dan telor duluan mana, alhasil dari pertemuan itu tidak diberikan izin," sambungnya.

Fakta di lapangan, massa hanya berkumpul di beberapa kawasan Jakarta Pusat. Sebagian peserta tak bisa mendekat ke kawasan Patung Kuda karena penyekatan.


(idn/idn)