Kontes Waria Dibungkus Izin Khatam Al-Qur'an, MUI: Proses Hukum Biar Jera!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 06:51 WIB
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta panitia acara kontes waria yang dibungkus dengan izin hajatan khatam Al-Qur'an di Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) diproses secara hukum. Hukum dinilai bisa memberi efek jera ke panitia.

Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian MUI Prof Utang Ranuwijaya mengatakan ada tiga kesalahan yang dilakukan oleh panitia acara. Pertama, acara itu menimbulkan kerumunan dan tidak jujur.

"Mereka mengadakan kegiatan kerumunan yang melibatkan banyak orang tanpa izin yang benar. Mereka tidak transparan dan ada kegiatan yang terselubung dalam menyelenggarakan kegiatan," kata Utang kepada wartawan, Kamis (2/12/2021).

"Kedua, meskipun ada izin, mereka menyalahi izin peruntukkan, yakni menukar kegiatan khatam Al-Qur'an dengan kegiatan lain berupa kontes waria, menukar yang haq dengan yang batil," katanya.

Utang mengatakan, penukaran kegiatan itu tidak dapat dibenarkan. Dia mengatakan kontes waria tidak sesuai dengan ajaran agama.

"Ketiga, penukaran kegiatan diperparah dengan menyelenggarakan kontes waria yang jelas tidak dapat dibenarkan berdasarkan dari aspek ajaran Islam," kata dia.

Untuk itu, Utang meminta agar panitia bertanggung jawab. Dia meminta agar proses hukum dijalankan dalam kasus ini agar ada efek jera.

"Atas dasar ketiga hal di atas, penyelenggara harus diminta pertanggungjawabannya di depan hukum, diproses secara hukum. Ini agar dapat menimbulkan efek jera bagi yang lain, dengan tidak memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk melawan hukum," katanya.

Hajatan Disusupi Kontes Waria

Petugas gabungan membubarkan kontes waria yang berlangsung di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), karena tak sesuai dengan izin. Panitia kontes waria ini rupanya mengajukan izin kepada perangkat lingkungan sekitar untuk mengadakan acara khatam Al-Qur'an.

Simak berita selengkapnya pada halaman berikut.