Vaksinasi Melambat, Waket MPR Minta Pemerintah Ganti Strategi

Nada Zeitalini Arani - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 23:50 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Sosialisasi 4 Pilar
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat meminta pemerintah segera melakukan perbaikan strategi untuk menyikapi kondisi mulai menurunnya kecepatan vaksinasi COVID-19 secara nasional dan bertambahnya kasus positif COVID-19 di 21 kabupaten/kota.

"Perpaduan kondisi yang kurang menggembirakan dalam upaya pencegahan COVID-19, jumlah kasus meningkat di lain sisi kecepatan vaksinasi nasional mengendur. Harus segera terapkan strategi baru untuk memperbaiki kondisi ini," kata Rerie, sapaannya, dalam keterangannya, Kamis (2/12/2021).

Ia mengutip Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi yang dalam jumpa pers pada Rabu (1/12) mengungkapkan sebanyak 21 kabupaten kota mengalami kenaikan kasus dalam seminggu terakhir dibandingkan minggu lalu.

Di sisi lain Kemenkes juga mencatat laju vaksinasi COVID-19 justru menurun di tengah-tengah melandaianya kasus. Hal itu disebabkan masih ada masyarakat hingga pemerintah daerah (pemda) yang pilih-pilih atau menanti vaksin merek dan jenis tertentu.

Menurut Rerie, dua kondisi tersebut harus disikapi dengan segera agar dampaknya tidak meluas. Apalagi, hasil survei Kementerian Perhubungan pada November 2021 diperkirakan ada 16 juta orang yang akan melakukan mudik Natal dan Tahun Baru.

Bila diterapkan PPKM Level 3, potensi pergerakan orang tercatat 15 juta orang. Jika ada larangan melakukan perjalanan, potensi pergerakan sekitar 10 juta orang. Berdasarkan sejumlah catatan itu, Rerie berharap para pemangku kepentingan di pusat dan daerah terus meningkatkan kewaspadaan lewat kebijakan pencegahan yang tepat.

Laju vaksinasi COVID-19 yang mulai mengendur dengan berbagai alasan itu, tegas Rerie, harus segera dicarikan solusi karena ketersediaan vaksin dibatasi masa kadaluarsa. Sebab melambatnya kecepatan vaksinasi tersebut akan mempengaruhi ketersediaan vaksin COVID-19 yang layak dan akan berdampak pada pencapaian target vaksinasi nasional yang merupakan bagian dari strategi pencegahan penyebaran virus Corona di Tanah Air.

"Peningkatan jumlah kasus aktif positif di sejumlah kabupaten/kota harus segera dicari penyebabnya lewat testing dan tracing yang masif, sehingga langkah pencegahan penyebaran virus korona bisa segera dilakukan dan tepat sasaran," ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

"Kombinasi antara potensi peningkatan pergerakan orang dan melemahnya upaya pencegahan dengan indikasi melambatnya proses vaksinasi dan meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19 benar-benar harus disikapi dengan bijaksana oleh semua pihak dengan mengedepankan langkah kewaspadaan untuk mencegah penyebaran COVID-19 meluas di Tanah Air," imbuhnya.

(ncm/ega)