Pemprov DKI Tetap Bangun Sumur Resapan Tahun Depan, Target 2 Ribu Titik

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 18:18 WIB
Pembangunan sumur resapan di kawasan Ibu Kota Jakarta terus dilakukan. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan banjir saat Jakarta memasuki musim hujan.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengatakan proyek sumur resapan tetap bergulir di tahun depan meski penambahannya tidak signifikan. Hal ini disebabkan alokasi anggaran untuk pembangunan sumur resapan dihapus dalam APBD DKI Jakarta pada 2022.

"Tahun depan seperti yang saya bilang di awal, kalau nggak ada eskalasi paling banyak 2.000 titik," kata Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Dudi Gardesi saat dihubungi, Kamis (2/12/2021).

Dudi menjelaskan alokasi dana sumur resapan sebesar Rp 120 miliar yang dihapus berada di pos Dinas SDA DKI Jakarta. Rencananya, anggaran tersebut diperuntukkan bagi pihak ketiga atau vendor.

Setelah anggarannya dicoret dari APBD DKI 2022, pembangunan sumur resapan akan memaksimalkan anggaran yang tersisa di pos Dinas SDA DKI. Salah satu caranya, mencetak beton-beton secara mandiri.

"Kayak cetak-cetak buis beton nya mungkin nggak akan terlalu masif karena kita punya semen sendiri, pembesian juga kita ada. Tapi tidak dengan skala yang kayak sekarang," jelasnya.

"(Tetap) pakai APBD. Kan gaji orangnya udah PJLP, satgas kita kan sudah digaji, alat-alatnya juga ada yang kita sudah punya. Kayak di timur itu punya 30 alat bornya. Mungkin sparepart-nya kayak ada mata bor yang patah itu nanti bisa pakai belanja pemeliharaan kita ganti, contohnya begitu," sambungnya.

Di samping itu, penambahan titik akan diiringi perbaikan, pemeliharaan, hingga penambahan kedalaman sumur resapan yang telah dibangun sejauh ini.

"Kita kan ada pekerjaan-pekerjaan perbaikan-perbaikan, kayak belanja-belanja pemeliharaan, terus belanja yang tidak menjadi aset lah, ini kan bisa menambah kinerja-kinerja sumur-sumur yang dibangun sekarang, kita tambahin yang dalam, karena kalau untuk pengeboran, mesin bor untuk kedalaman yang menengah itu tetap dijalani," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, DPRD menghapus anggaran sumur resapan pada APBD 2022 mendatang sebesar Rp 120 miliar. Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan melibatkan pihak swasta hingga masyarakat agar pembangunan sumur resapan terus berlanjut.

"Yang akan lebih digalakkan adalah kolaborasi pelaksanaan drainase vertikal oleh pihak non-Pemprov (swasta, masyarakat, lembaga pemerintahan lain) yang memegang porsi lebih besar," kata Riza dalam keterangannya.

Riza menyebut saat ini 8,9 persen aset sumur resapan di Ibu Kota dipegang oleh Pemprov DKI, 35 persen pihak swasta, dan 53 persen oleh masyarakat. Pada tahun depan, proyek akan difokuskan pada pembangunan drainase vertikal tipe waduk yang berfungsi untuk menampung air hujan.

Simak video 'Penampakan Sumur Resapan di DKI yang Bikin Jalan Retak-Bergelombang':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/idn)