Sebagian Warga Gemer Lereng Merapi Tetap Tolak Mengungsi
Kamis, 27 Apr 2006 22:33 WIB
Yogyakarta - Sebanyak 21 jiwa dari 213 jiwa, warga yang tinggal di Dusun Gemer Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun bersedia diungsikan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). Selebihnya sebanyak 192 orang menyatakan belum bersedia diungsikan.Padahal tempat tinggal mereka termasuk kawasan paling rawan bencana sekitar 5 kilometer dari puncak Merapi. Berbagai alasan mereka mengungkapkan kepada aparat pemerintah desa yang meminta warga untuk mengungsi. Mereka beralasan Merapi belum apa-apa, masih mempunyai tangguang memberikan makan dan memlihara ternak serta punya ladang yang harus digarap.Hanya 21 orang warga Gemer, hari ini Kamis (27/4/2006) akhirnya bersedia diungsikan ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) Tanjung Muntilan. Mereka yang mayoritas jompo, dan orang sakit diangkut menggunakan 1 truk dan 3 mobil ambulans.Namun ada tiga warga masing-masing Ny Sumarni, Ny Wakiyem dan Ny Rame yang langsung di masukkan ke RSUD Muntilan untuk dirawat. Ketiganya kedapatan menderita sakit asma, kandungan dan gangguan lambung akut. Sementara dua warga lainnya yakni Slamet dan Ponimin dirujuk ke RS Jiwa di Kramat Kota Magelang karena gangguan mental. Sebelumnya dilakukan pengungsian, aparat pemerintah desa bersama aparat pemerintah kecamatan berbegosiasi cukup alot. Ini merupakan keberhasilan yang pertama kali, karena sebelumnya sejak hari Jumat 21 April lalu selalu gagal. Sebelumnya telah tiga kali digelar pertemuan dengan tujuan merayu warga agar bersedia diungsikan. Pada pertemuan terakhir dilakukan pada Selasa, (25/4/2006)lalu di Balai Desa Ngargomulyo, hasilnya perwakilan warga masih pikir-pikir dan meminta bermusyawarah dulu dengan warga lainnya. Baru saat ini mereka bersedia tapi hanya orang jompo, ibu hamil dan yang menderita sakit parah saja. Sedang warga lainnya msih tetap bertahan di rumah masing-masing. "Warga Gemer mau ngungsi tapi hanya yang Jompo dan sakit yang berjumlah 21 orang, pemuda dan warga yang kuat masih tinggal untuk memelihara ternak dan berjaga dusun," kata Kades Ngargomulyo, Tumat Maryoto.Dalam rombongan warga Gemer itu terdapat dua warga Dusun Tanen dan satu warga Dusun Batur Ngisor yang turut dievakuasi. Hingga saat ini, telah ada 89 wargaNgargomulyo terutama dari dusun-dusun terdekat dengan puncak Merapi telah diungsikan. Menurut Maryoto, sebanyak 11 dusun terutama Batur, Ngandong, Karanganyar dan Gemer berada di daerah paling rawan bencana Merapi sehingga harus dievakusiseawal mungkin sebelum terjadi letusan. Jumlah seluruh warga desa itu 2.368 jiwa atu 714 kepala keluarga. "Gampang-gampang susah mengevakuasi warga sini, susahnya kali pertama dievakuasi mereka belum jelas sehingga perlu penjelasan lagi. Sekarang mereka mau dievakuasi, tetapi tidak semua mau, hanya warga Karanganyar dan Ngandong," kata Tumat Maryoto.
(jon/)











































