Terima Suap dari Anggota DPR, PK Eks Ketua Pengadilan Tinggi Manado Ditolak

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 14:35 WIB
Palu Hakim Ilustrasi
Ilustrasi Palu Hakim (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) Sudiwardono sehingga ia tetap dihukum 6 tahun penjara. Saat menjadi Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sudiwardono terbukti korupsi menerima suap untuk meringankan hukuman terdakwa korupsi.

"Tolak," demikian bunyi putusan PK yang dilansir website MA, Kamis (2/12/2021).

Putusan itu diketok oleh ketua majelis Burhan Dahlan pada Rabu (1/12) kemarin. Duduk sebagai anggota majelis Soesilo dan Ansori. Adapun panitera pengganti perkara nomor 495 PK/Pid.Sus/2021 adalah Endrabakti Heris Setiawan.

Kasus bermula saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Oktober 2017 terhadap anggota DPR dari Partai Golkar, Aditya Moha Siahaan, yang menyuap Sudiwardono senilai SGD 120 ribu. Pemberian uang itu diberikan secara bertahap.

Apa tujuannya? Agar ibu Aditya, Marlina Moha Siahaan, diputus bebas dalam proses banding di PT Manado.

Awalnya, Aditya menjanjikan memberi SGD 50 ribu ke Sudiwardono. Namun Sudiwardono menolak dan meminta SGD 100 ribu dengan alasan uang itu bakal dibagi ke anggota majelis hakim lain yang menangani perkara Marlina.

Setelah sepakat soal jumlah suap, Aditya menyerahkan duit SGD 80 ribu ke Sudiwardono di Yogyakarta. Dalam pertemuan pada 12 Agustus 2017 itu, Sudiwardono menyatakan duit yang telah diserahkan hanya agar ibu Adiya, Marlina, tak ditahan. Sedangkan jika ingin ibunya bebas, harus ada tambahan lagi sesuai dengan kesepakatan SGD 100 ribu.

Keduanya kembali bertemu pada September 2017 di pekarangan Masjid Kartini, Manado. Dalam pertemuan itu, Sudiwardono meminta tambahan SGD 40 ribu agar Marlina dibebaskan dan kamar di Hotel Alila Jakarta sebagai tempat transaksi.