Sopir di Manado Ngaku Sulit Dapat Solar, Harus Antre Panjang di SPBU

Trisno Mais - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 14:09 WIB
Antrean solar di Manado. (Trisno/detikcom)
Antrean solar di Manado (Trisno/detikcom)
Manado -

Sejumlah sopir di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Mereka harus mengantre cukup panjang di hampir semua SPBU di Manado.

Pantauan detikcom, salah satu SPBU di Jalan Ring Road 1, Manado, Kamis (2/12/2021), antrean panjang terjadi sekitar 500 meter. Tampak sejumlah kendaraan yang mengantre untuk mengisi BBM jenis solar.

"Sudah lumayan lama antrean, dari jam 6 pagi tadi, saya antre minyak solar," kata Daniel Sekeon (26) saat ditemui wartawan di SPBU di Jalan Ring Road, Malendeng, Manado.

Daniel mengatakan, sejak pukul 6.00 Wita, pagi tadi dia mengantre untuk mengisi BBM tersebut. Awalnya sempat mencari SPBU untuk mengisi BBM, namun didapati hampir semua SPBU terjadi antrean panjang seperti saat ini. Menurutnya, antrean panjang seperti ini sudah setiap hari dialami.

"Sekitar 100 meter ke belakang. Setiap hari begini," kata dia.

Dia berharap masalah ini jadi perhatian pemerintah. Dia mengakui sering mengalami kesulitan saat mengantre solar.

"Mudah-mudahan lancar solar semua SPBU untuk mengisi solar, jangan setengah-setengah. Agak sulit melakukan pengisian," tuturnya.

Sementara itu, Area Manager Communication PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Laode Syarifuddin Mursali mengaku stok BBM jenis solar di Sulut masih tersedia. Hingga saat pihaknya belum menerima laporan bahwa ada kelangkaan BBM di setiap SPBU.

"Terkait masalah kelangkaan, kami belum terima laporan, karena stok yang kami berikan itu sesuai dengan yang dibutuhkan," kata dia.

Laode mengatakan terjadinya antrean panjang bukan karena terjadi kelangkaan. Menurutnya, itu bukan karena indikasi terjadi kelangkaan.

"Mungkin saat ini masyarakat pas momennya juga berbarengan pengisian. Karena stok yang kami salurkan di SPBU sudah cukup. Stok kita juga ada," imbuhnya.

Menurut dia, pihak Pertamina telah melakukan normalisasi terkait PPKM yang sudah turun dari IV ke II. Menurut dia, itu dilakukan karena saat ini telah terjadi mobilisasi kendaraan yang sudah meningkat.

"Kita tetap adakah normalisasi kalau memang masyarakat membutuhkan BBM. Kita sudah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan BBM khusus di SPBU," pungkasnya.

(nvl/nvl)