Kejari Panggil Eks Walkot Manado hingga Wakil Walkot soal Dugaan Korupsi

Trisno Mais - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 21:53 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Manado -

Kejaksaan Negeri Manado memanggil lima saksi dalam kasus dugaan korupsi penyimpanan, penetapan maupun pembayaran tunjangan perumahan serta transportasi bagi pimpinan dan anggota DPRD Kota Manado. Kasus tersebut diduga merugikan duit negara Rp 5 miliar.

"Jadi dari 5 orang saksi tersebut, 2 dari mantan pejabat eksekutif dan 3 orang mantan pejabat legislatif. Kalau mantan pejabat eksekutif dalam hal ini mantan wali kota dan wakil wali kota. Sedangkan dari pejabat legislatifnya mantan ketua dan wakil ketua DPRD tahun 2014-2019, salah satunya yang sekarang menjabat wakil wali kota Manado," kata Kepala Kejaksaan Negeri Manado, Esther Sibuea, melalui Kasi Intel Kejari Manado, Hijran Safar, Rabu (1/12/2021).

Adapun dalam kasus itu, Wakil Wali Kota Manado aktif, yakni Richard Sualang, serta 2 pimpinan DPRD lainnya, yakni Nortje Van Bone dan Danny Sondakh, juga ikut diperiksa. Safar menjelaskan mereka diundang guna memberikan keterangan sebagai saksi untuk memperjelas persoalan yang diduga ada penyimpangan.

"Apa mereka mengetahui persoalan itu atau tidak," ujarnya.

Safar mengatakan pihaknya belum bisa memastikan jumlah kerugian negara atas kasus tersebut.

"Kalau bicara indikasi kerugian negara yang menghitung kan nanti auditor dalam hal ini BPKP. Tapi untuk hitung hitungan sementara penyidikan di atas Rp 5 miliar," ujar dia.

Safar menjelaskan dari hasil penyelidikan Kejari Manado menemukan ada ketidakwajaran penetapan dan pembayaran tunjangan perumahan serta tunjangan transportasi pimpinan dan anggota DPRD.

"Jadi ada pembayaran tunjangan transportasi 2017 maupun 2018 sebenarnya tidak ada semacam payung hukum yang mendasari pembayaran itu. Kalau pun ada dibuat mundur. Itu dugaan sementara oleh penyidik," jelasnya.

Dia pun menambahkan untuk kasus tersebut masih dalam tahap pemanggilan terhadap saksi-saksi.

"Tahapan sekarang pemeriksaan saksi," pungkasnya.

Simak juga 'ICW: Ada Pihak yang Berpotensi Melemahkan MA dalam Berantas Korupsi':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)