Sering Di-bully, Siswi Lamar Pria Bugis Alami Gangguan Psikologis

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 12:27 WIB
Acara lamaran di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ramai dibicarakan hingga viral di media sosial. Pasalnya, pihak pelamar adalah keluarga perempuan yang diketahui merupakan hal tabu dalam adat masyarakat Bugis Makassar.
Orang tua siswi di Pinrang yang melamar pria Bugis. (Hasrul/detikcom)
Pinrang -

Siswi kelas III SMP di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang viral karena melamar seorang mahasiswa mengaku kerap di-bully akibat lamarannya terhadap pria yang viral. Siswi tersebut kini mengalami gangguan psikologis.

"Dilakukan pemeriksaan karena diindikasi anak ini mengalami gangguan psikis," ujar Koordinator P2TP2A Pinrang Andi Bakhtiar Tombong saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (2/12/2021).

Bakhtiar mengatakan siswi SMP tersebut kerap merasa malu, sedih, hingga tiba-tiba menangis setelah membaca komentar di media sosial terkait lamarannya yang viral.

"Karena informasi itu dia tiba-tiba menangis, sedih, malu jadi indikasi ada gangguan psikis," katanya.

"Ya kalau malu iya (seringkali terjadi) sejak kejadian itu malu. Karena dia baca di social media banyak membuli, kata-kata yang tidak menyenangkan," lanjut Bakhtiar.

Akibat kejadian tersebut, sang siswi sempat diperiksa ke pihak Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sulsel pada Senin (29/11). Menurut Bakhtiar, hasil pemeriksaan belum keluar.

"Kan baru diantar untuk periksa di psikolog tapi sampai hari ini belum ada hasilnya," tutur Bakhtiar.

Diberitakan sebelumnya, cerita tak biasa memang datang siswi SMP tersebut setelah keluarganya melamarkannya mahasiswa. Peristiwa itu kemudian viral karena menjadi tak biasa saat pihak perempuan yang melamar seorang pria.

Lamaran ini menjadi unik karena keluarga perempuan yang melamar laki-laki adalah hal yang tabu dalam adat masyarakat Bugis Makassar.

Kisah lamaran ini terus-menerus menjadi perbincangan banyak orang usai videonya viral dan ditonton puluhan ribu netizen. Ibu dari calon pengantin wanita, Hajah Asmira, membeberkan alasan melamar pria yang masih kuliah di Jakarta itu untuk dijadikan menantunya.

"Saya suka orang tuanya, sudah lama baku baik (hubungannya baik), anaknya juga baik, dari pesantren, saya cari menantu seperti dia, karena sangat perhatian, kalau sakit orang tuanya dia yang urus, saya kagum dengan kepribadianya," kata Asmira kepada wartawan, Selasa (23/11).

Pihak calon pengantin wanita bahkan disebut memberikan mahar terigu hingga telur 200 rak serta uang panaik yang nilainya terbilang fantastis. Asmira mengatakan hal itu kesepakatan kedua belah pihak.

"Namun bukan mereka (orang tua laki-laki) yang minta, saya yang langsung mengajukan dengan terigu 5 sak, gula pasir 5 sak, telur 200 rak, serta bumbu kue dan makanan," bebernya.

Tonton juga video 'Masa Sih Anakku Tukang Bully?':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)