4 Langkah Antisipasi Masuknya COVID-19 Varian Omicron ke Indonesia

Nada Zeitalini - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 22:47 WIB
Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Merebaknya varian baru COVID-19 yang disebut Omicron menghantui seluruh negara termasuk Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito meminta agar masyarakat tidak lengah untuk mencegah masuknya varian tersebut ke Indonesia.

"Meskipun kasus positif di Indonesia masih terus menunjukkan penurunan, namun kita tidak boleh lengah," ujar Wiku yang dilansir dari situs covid.go.id, Rabu (1/12/2021).

Ia menjelaskan lebih dalam terkait varian Omicron ini. Sebagai langkah antisipasi, Indonesia perlu belajar dari tujuh negara dengan kasus tersebut yang telah melakukan langkah mitigasi yaitu Italia, Jerman, Belanda, Inggris, Australia, Kanada dan Israel.

Ketujuh negara telah melakukan langkah mitigasi yaitu Italia yang menelusuri kontak kasus positif pelaku perjalanan ke negara-negara di Afrika, serta meningkatkan cakupan WGS agar semakin cepat mendeteksi varian Omicron. Kemudian Jerman memberlakukan travel ban atau melarang adanya perjalanan dari negara di Afrika. Serta mewajibkan karantina 14 hari bagi warganya yang kembali dari Afrika.

Inggris juga menerapkan isolasi dan testing ulang bagi pelaku perjalanan yang positif Omicron. Serta menutup pintu kedatangan dari negara di Afrika. Sementara Australia, mewajibkan karantina 14 hari warga negaranya yang baru pulang dari 9 negara di Afrika.

Lalu Kanada menutup kedutaan bagi pelaku perjalanan dengan riwayat singgah di Afrika selama 14 hari terakhir. Serta mewajibkan testing dan karantina bagi warganya yang datang dari Afrika. Terakhir, Israel memberlakukan daftar merah pada 50 negara di Afrika. Bahkan melarang masuknya WNA dari semua negara.

Negara lainnya seperti Jepang, Singapura, dan Malaysia juga melakukan upaya pencegahan masuknya varian Omicron. Melihat kebijakan negara-negara tersebut, Wiku menjelaskan Indonesia bisa mengambil 4 langkah antisipasi masuknya varian Omicron.

Adapun langkah-langkah tersebut sebagai berikut:

1. Mengkaji ulang kebijakan pembatasan pada pintu masuk negara.

2. Meningkatkan whole genum sequencing (WGS) atau untuk mendeteksi adanya varian Omicron di dalam negeri.

3. Memastikan mobilitas masyarakat dilakukan dengan aman.

4. Menggerakkan testing dan tracing yang diutamakan pada pelaku perjalanan luar negeri.

Itulah empat langkah antisipasi mencegah masuknya COVID-19 varian Omicron. Selain itu, penerapan protokol kesehatan ketat juga harus terus dilakukan. Terlebih memasuki momen Natal dan tahun baru yang memungkinkan aktivitas masyarakat meningkat dan berpotensi meningkatkan penularan.

(akn/ega)