Viral Wanita di Manado Culik Anak Pulang dari Gereja, Polisi Turun Tangan

Trisno Mais - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 12:14 WIB
Ilustrasi penculikan anak
Ilustrasi Penculikan Anak (Thinkstock)
Manado -

Viral penculikan bocah terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Korban, yang pulang dari gereja, diduga diculik oleh seorang wanita. Polisi kini turun tangan menyelidiki kasus tersebut.

"Saat ini sedang mencari dan mengumpulkan bahan keterangan, termasuk sedang mengambil keterangan beberapa saksi," ujar Kapolsek Malalayang AKP Heriadi Ismail saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (1/12/2021).

AKP Heriadi menjelaskan, meskipun dugaan kasus penculikan anak telah viral di medsos, belum ada laporan masyarakat terkait kasus tersebut.

"Masih kita simpulkan belum ada tindakan kekerasan atau korban yang melapor tentang kehilangan anak. Walaupun ada indikasi ke arah hal tersebut," tukasnya.

Dia pun berharap semua pihak menjaga keamanan, dan apabila ada dugaan kasus tersebut silakan melapor kepada pihak kepolisian.

"Dari Polsek Malalayang mengimbau kepada warga atau orang tua tetap menjaga dan mengawasi anaknya masing-masing untuk mencegah gangguan kamtibmas yang sat ini sedang marak. Kami tetap antisipasi dan melakukan patroli di wilayah hukum Polsek Malalayang," imbuhnya.

Dalam postingan yang viral di media sosial, pengunggah menyebut kalau warga harus waspada dengan modus penculikan anak. Pada unggahan itu juga dia menjelaskan terkait kronologinya.

"Waspada, kejadian tadi sore, pancuri (penculik) anak so maso lorong (sudah masuk kompleks) tanah putih. Bru plg dri latihan sklah minggu ni anak anak 3 cwe (mereka pulang dari latihan di gereja)," tulis salah satu akun Facebook yang viral di media sosial.

Bae jo 1 da dpa lari kong minta tolong kong dusu ni pancuri, drg hipnotis (Beruntung satu anak melarikan diri, sehingga warga setempat mengejar pelaku. Mereka dihipnotis).

"Papancuri prampuang, oh tolong bking tako so musti lebe hati (Penculik perempuan, membuat takut, dan harus lebih berhati-hati)," tulis akun Facebook bernama Wie Wie.

Terkait unggahan viral itu, Yulia Irot ibu dari Lenita menjelaskan kronologi anaknya yang nyaris diculik, pada Senin (29/11), di Kelurahan Malalayang 1. Menurut dia, awalnya anaknya bersama 3 teman diajak seorang perempuan yang tak dikenal.

"Dorang (mereka) kan ada latihan di gereja, setelah selesai latihan mereka bermain di depan gereja. Terus perempuan itu panggil anak saya dan kedua temannya. Nda (tak) tahu bagaimana cara sampai mereka antarperempuan itu sambil berjalan bersama- sama," kata Yulia, ketika dimintai konfirmasi, Selasa (30/11/2021).

Yulia mengatakan, dari keterangan anaknya, saat itu mereka sudah hilang kesadaran. Menurutnya, mereka sempat disapa sepupunya yang kebetulan melihat di jalan bersama dengan pelaku namun tak direspon, karena kemungkinan mereka telah dihipnotis oleh pelaku.

"Perempuan itu minta antar, mereka antara sadar nda (tak) sadar, ada yang tegur (menyapa) tapi diam. Padahal mereka sudah kenal kalau itu anak saya," kata dia.

Yulia mengungkapkan, saat tahu anaknya tak berada di rumah, dia lantas menyuruh Kaka dari korban mencari, dan menemukan di Kelurahan Kleak.

"Mereka minta tolong ke orang di situ, ada anak dengan keponakan saya. Dorang (mereka) tolong cuman fokus anak, jadi so nd ta (tak lagi) fokus tangkap pelaku," tukasnya.

Dia pun menambahkan untuk saat ini pihak kepolisian telah meminta keterangan terkait pelaku penculikan.

"Kalau mau lihat, ini modus penculikan anak. Dari Polsek Malalayang sudah panggil, mereka sudah minta keterangan, datang tadi siang," pungkasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah peristiwa serupa pun terjadi. Melati Claudia Karisoh warga Tateli 2 Jaga 3 Lorong Sakura, mengatakan kalau anaknya bernama Jesriel Matthew (5), mengalami masalah yang sama. Menurut dia, insiden itu terjadi pada Jumat (26/11), sore. Saat itu anaknya berniat berkunjung ke rumah temannya.

"Pas kejadian itu saya mengejar anak saya, beruntung pelaku belum sempat bawa lari," kata dia.

Claudia mengatakan di lokasi tersebut memang sepi. Menurut dia, saat pelaku mau bereaksi beruntung ada tetangganya yang mencegat.

"Waktu kejadian di situ memang sepi. Tetangga saya melihat kalau anak saya sudah ditarik oleh pelaku, tapi karena dia cepat datang jadi pelaku akhirnya melarikan diri," kata dia.

(nvl/nvl)