Dendam Gegara Sombong, Pria di Medan Aniaya Sahabatnya hingga Tewas

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 20:28 WIB
Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji
Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji (Datuk/detikcom)
Medan -

Seorang pria di Medan, Sumatera Utara (Sumut), berinisial LM ditangkap pihak kepolisian gegara menganiaya sahabatnya hingga tewas. Polisi menyebut penganiayaan itu dipicu gegara korban dianggap sombong oleh pelaku.

"Alhamdulillah tidak berapa lama yang bersangkutan langsung dapat ditangkap," kata Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji kepada wartawan di Medan, Rabu (1/12/2021).

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (30/11) sekitar pukul 22.30 WIB di Jl SM Raja Medan. Awalnya, Polsek Patumbak mendapat laporan dari Rumah Sakit Mitra Media adanya mayat mencurigakan yang diantar oleh beberapa orang.

Setelah mengantar mayat itu, para pengantar langsung meninggalkan rumah sakit. "Karena melihat adanya kejanggalan, pihak rumah sakit melaporkan ke Polsek Patumbak itu sekitar jam 22.30 WIB," sebut Irsan.

Selanjutnya, petugas Polsek Patumbak menuju rumah sakit. Saat dilihat, pada tubuh korban ditemukan luka yang mencurigakan. Berdasarkan itu, petugas melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara.

"Setelah dilakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara, maka didapatlah informasi bahwa korban ini bernama Warso (45), seorang sopir," sebut Irsan.

Petugas lalu melakukan pengembangan dan menemukan seseorang yang diduga kuat sebagai pelaku. Petugas pun menangkapnya.

"Setelah didapatkan bukti permulaan yang cukup maka mengarah kepada seseorang yang diduga pelaku inisial LM. Alhamdulillah tidak berapa lama yang bersangkutan langsung dapat ditangkap," ucap Irsan.

Irsan menambahkan, dari pemeriksaan awal, pelaku nekat melakukan perbuatan itu dipicu karena dendam. Pelaku dendam karena korban bersikap sombong terhadap pelaku.

"Adapun motif yang dilakukan oleh pelaku ini adalah atas dasar dendam. Jadi hasil pemeriksaan awal, perbuatan ini dilakukan atas dasar dendam karena sikap si korban yang dianggap sombong oleh pelaku. Jadi si pelaku ini melakukan perbuatan pidananya, penganiayaannya dalam kondisi mabuk," sebut Irsan.