Jejak Terduga Teroris JI Sulsel sejak 2003: Rencana Perampokan-Uji Coba Senpi

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 17:15 WIB
Plt Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ade Indrawan (kiri). (Hermawan/detikcom)
Plt Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ade Indrawan (kiri). (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Polisi mengungkap jejak dua terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap di Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel). Dua terduga teroris berinisial MU dan MM ini disebut pernah merencanakan aksi perampokan dan uji coba senjata api (senpi) M16 di gunung di kawasan Walenrang, Lutim.

"Kedua tersangka bergabung Jamaah Islamiyah sejak 2003 sampai saat ini. Kemudian tersangka pernah merencanakan untuk melakukan aksi perampokan," kata Plt Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ade kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda Sulsel, Rabu (1/12/2021).

Setelah sama-sama berbaiat kepada Amir atau pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) pada 2003, MU dan MM sama-sama aktif dalam kegiatan yang dilaksanakan Jamaah Islamiyah. Berikut jejak keduanya.

Jejak Terduga Teroris JI Inisial MU

Kombes Ade mengatakan tersangka MU pada 2003 dan 2006 setelah berbaiat ke Amir Jamaah Islamiyah mulai mengikuti tadabdur alam di Pulau Bulo Uloe, Teluk Bone, menggunakan senjata api jenis M16.

"Selanjutnya pada tahun 2010 menerima paket senjata api berupa satu pucuk senjata SS1 dan M16 dari tersangka RZ yang sudah dilakukan penangkapan di daerah Poso dan tersangka PF juga sudah ditangkap di Poso oleh Densus 88," kata Kombes Ade.

Selanjutnya, kedua senjata api jenis SS1 dan M16 tersebut diberikan MU ke tersangka HP pada 2011-2012. HP ialah atasan MU dalam struktur Jaringan Islamiyah wilayah Sulawesi dan lebih dulu ditangkap Densus 88 Polri.

"Senpi tersebut digunakan latihan di wilayah Kolaka provinsi Sulawesi Tenggara," ungkap Kombes Ade.

Dia menambahkan tersangka MU juga telah menerima paket amunisi dari tersangka TH yang juga sudah dilakukan penangkapan di daerah Poso yang kemudian diserahkan kepada tersangka SYN untuk digunakan sebagai sarana atau alat latihan di daerah Kolaka.

"Kemudian tersangka MU ini juga berperan mencari lahan untuk digunakan tadrit atau latihan di Provinsi Sultra, Kabupaten Kolaka," tuturnya.

MU juga diketahui beberapa kali mengikuti pertemuan dengan anggota Jamaah Islamiyah lainnya di daerah Jawa Tengah.

"Dan pada tahun 2015 ikut dalam kegiatan turba di salah satu hotel dan penginapan di Kabupaten Luwu Timur serta di Poso untuk memperkenalkan ketua Bitona, yaitu tersangka dengan inisial MM alias T yang sudah dilakukan penangkapan di daerah Jawa Tengah pada Agustus 2015," beber Ade.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah di Luwu Timur':

[Gambas:Video 20detik]