Dosen Diduga Cabuli Mahasiswi Dicopot dari Kajur, BEM Unsri: Terlalu Ringan!

Prima Syahbana - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 16:19 WIB
Presiden BEM KM Unsri, Dwiky Sandy saat ditemui di Polda Sumsel (Prima Syahbana/detikcom)
Presiden BEM KM Unsri, Dwiky Sandy saat ditemui di Polda Sumsel (Prima Syahbana/detikcom)

Wakil Rektor 1 Unsri Zainuddin mengatakan pemberian sanksi terhadap dosen A dilakukan melalui sejumlah pertimbangan. Sebab, Unsri punya landasan hukum dalam pemberian sanksi.

"Dari hasil pemeriksaan, dosen A mengakui perbuatannya. Sanksi kan sudah diberikan, sanksi itu juga sudah dikoordinasikan dengan ahli hukum di fakultas hukum," kata Zainuddin saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (1/12).

"Kita tidak bisa menjelaskan secara rinci terkait sanksi yang kita berikan karena itu sudah menyangkut pribadi seseorang dan bukan untuk konsumsi publik. Yang jelas, sudah kita berikan sanksi berupa sanksi akademik, administrasi, dan pencopotan dari jabatannya sebagai kajur (kepala jurusan)," terangnya.

Pihak Unsri mengaku sudah memberikan sanksi ke dosen berinisial A berupa pencopotan dari jabatan sebagai kepala jurusan. Sanksi itu sudah diberikan Rektorat Unsri sejak 1 minggu lalu, usai A mengakui perbuatannya.

"Dosen inisial A itu sudah kita berikan sanksi berupa pencopotan dari jabatannya sebagai kajur (kepala jurusan)," katanya.


(jbr/jbr)