Viral Bayi di Sulut Tak Divaksin karena Ibu Celana Pendek, Ini Kata Dinkes

Trisno Mais - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 15:15 WIB
A latin woman injecting medicine on babys thigh in a horizontal low section shot indoors.
Foto ilustrasi imunisasi bayi. (iStock)
Minsel -

Viral di media sosial postingan curahan hati seorang ibu di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut), Silvia Sherlly yang mengaku bayinya tidak diberi suntik vaksin saat imunisasi di puskesmas karena dia memakai celana pendek. Dinas Kesehatan Minsel meluruskan kabar viral tersebut.

Dalam postingan yang viral, Silvia mengaku seorang perawat di Puskesmas Tumpaan, Minsel, Sulut, telah menolak memberikan suntik imunisasi kepada bayinya karena dia memakai celana pendek saat datang ke puskesmas. Peristiwanya terjadi pada Senin (29/11) lalu.

Terkait unggahan viral itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Minsel dr Erwin Schouten membantah ada perawat yang menolak memberikan vaksin kepada bayi Silvia karena celana pendek.

"Intinya bukan karena pakai celana pendek kemudian ditolak. Itu karena anak mau vaksin BCG, datang ke puskesmas. Terus bidan arahkan ke posyandu, karena belum ada imunisasi di puskesmas untuk imunisasi BCG. Pemberian suntikan imunisasi jenis BCG kan minimal 5 hingga 10 orang, kalau cuma suntik anaknya, 9 mau dibuang," kata Erwin kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Namun, Erwin mengakui ada perawat yang sempat berkomentar karena Silvia datang menggunakan celana pendek ke puskesmas.

"Bukan mau kepoin dia (ibu bayi, red), waktu mereka bercerita ada yang bilang itu dia pakai celana pendek. Jadi bukan karena dia pakai celana pendek kemudian tidak disuntik," imbunya.

Meski begitu, bayi yang sempat tak disuntik, Senin (29/11), telah dilayani siang tadi.

"Sudah telah disuntik. Tadi disuntik di puskesmas," tuturnya.

Sementara itu, Silvia yang dihubungi terpisah tetap menegaskan bayinya ditolak disuntik imunisasi di Puskesmas Tumpaan karena ia memakai celana pendek.

"Karena kesannya kemarin langsung ke arah ibunya hanya pakai celana pendek, sampai ada perawat tidak mau layani imunisasi," kata Silvia saat dihubungi terpisah.

Silvia mengungkapkan seharusnya ada penjelasan sebab tidak ada pelayanan imunisasi supaya tidak menjadi polemik.

"Kalau seandainya mereka memberikan penjelasan kenapa sampai tidak bisa imunisasi, mungkin kami memaklumi. Tapi kan tidak ada penjelasan," imbuhnya.

Awalnya Silvia mengatakan, pada Senin (29/11), dia menuju loket dan bertanya kepada petugas. Menurutnya, dari keterangan petugas, disarankan langsung ke posyandu karena sudah telat.

"Dengan inisiatif sendiri, saya memberikan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) dengan niat supaya ada kejelasan. Tapi petugas di situ bersuara keras dan agak kasar ke saya, dan berkata kalau ibu bayi itu selalu pakai celana pendek," kata dia.

Simak juga Video: Perjalanan Darat Nataru 2021 Harus Punya Stiker Bukti Vaksin-Antigen

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)