Pangkostrad Tolak Komentari Calon Penggantinya
Kamis, 27 Apr 2006 15:45 WIB
Malang - Pangkostrad Letjen Hadi Waluyo enggan mengomentari calon penggantinya, Mayjen Erwin Sujono, yang tak lain adalah ipar Presiden SBY. "Jangan tanya itu," tolaknya."Tanya yang lain saja," imbuhnya pada wartawan seusai upacara HUT ke- 45 Divisi Infanteri 2 Kostrad di Markas Kostrad Divisi Infanteri 2 Jalan Raya Singosari, Malang, Kamis, (27/4/2006).Tak lama lagi, Hadi Waluyo memasuki usia pensiun. Mabes TNI telah menyiapkan penggantinya yaitu Mayjen Erwin Sujono. Erwin saat ini menjabat Pangdam Tanjungpura. Rencananya, upacara serah terima jabatan akan diselenggarakan pada 2 Mei mendatang di markas Divisi I Kostrad di Cilodong, Bogor, Jawa Barat.Divisi 3 KostradHadi Waluyo memang menolak mengomentari calon penggantinya. Tapi dia bicara panjang lebar soal Kostrad. Menurutnya, melihat tipologi wilayah Indonesia yang sangat luas, Kostrad perlu membentuk Divisi 3 di wilayah Timur Indonesia sebagai kekuatan tempur baru. Namun pembentukan divisi baru tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan bangsa.Pangkostrad menjelaskan, bila melihat tipologi wilayah Indonesia yang terbagi atas bagian barat, tengah, dan timur, idealnya TNI perlu membangun kekuatan di bagian yang dibutuhkan. "Tapi, kita tidak memaksakan diri untuk membangun kekuatan itu," ujarnya.Untuk pembentukan kekuatan tempur tambahan harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran negara. Karena itulah pembentukan Divisi Infanteri 3 Kostrad wilayah Timur kemungkinan besar baru bisa dilakukan dalam jangka waktu 1-2 tahun mendatang. Sebab TNI menyadari saat ini negara lebih memiliki prioritas-prioritas dalam pembangunan. Titik berat pembangunan di tubuh Kostrad saat ini adalah lebih menekankan pada segi kualitas prajurit. "Pembentukan Divisi 3 Kostrad mungkin belum menjadi prioritas utama bagi pembangunan di Angkatan Darat, tetapi saat ini kita lebih menekankan pada segikualitas," jelasnya.
(nrl/)











































