Ahok Pernah Sebut Sumur Resapan Tak Bisa Atasi Banjir

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 14:05 WIB
Sumur resapan di Lebak Bulus, Jaksel, dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya, pengendara mesti melintas agak ke tengah jalan demi menghindari sumur resapan.
Sumur resapan di jalan Lebak Bulus. (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Proyek sumur resapan di jalan raya sedang disorot karena justru membuat jalan jadi rusak. Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) pernah bilang bahwa sumur resapan tidak bisa mengatasi banjir.

Menurut Ahok, program sumur resapan gagasan Pemprov DKI Jakarta bukan untuk mengatasi banjir. Tetapi program sumur resapan untuk atasi genangan air.

"Sebenarnya sumur resapan juga nggak akan bisa ngatasin banjir. Hanya mengatasi genangan supaya cepat masuk tanah, dan kurang buang ke sungai," kata Ahok kala masih menjabat Wakil Gubernur DKI pada 3 Desember 2013.

Ahok menambahkan, pencegahan banjir bisa diatasi dengan normalisasi waduk dan sungai-sungai besar di Jakarta. Ahok juga mengatakan kalau penanganan Rob di kawasan utara Jakarta juga penting.

"Normalisasi waduk dan sungai utama, daerah tampungan di hulu harus beres juga. Tapi yang penting adalah rob, kita serahkan ke perumahan-perumahan. Makanya Pantai Indah Kapuk kan udah aman," tuturnya saat itu.

Ahok juga menambahkan, Jakarta yang sudah memiliki banjir kanal barat dan timur, seharusnya juga mempunyai banjir kanal selatan.

"Karena kalau dulu ada kanal banjir barat dan timur, ada Cakung drain, Cengkareng drain, harusnya ada Cengkareng drain 2 yang udah senggol Kabupaten Tangerang. Di sini harusnya ada kanal banjir selatan," tutupnya.

Simak video 'Penampakan Sumur Resapan yang Bikin Jalan Retak dan Bergelombang':

[Gambas:Video 20detik]




Gencar Bangun Sumur Resapan

Pemprov DKI Jakarta kini gencar melakukan program sumur resapan sebagai salah satu langkah mengantisipasi banjir. Gubernur Anies Baswedan menggunakan Pergub Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sumur Resapan yang diteken Jokowi 8 tahun lalu sebagai dasar kebijakan ini. Kendati demikian, sumur-sumur ini dibangun di jalan raya, bukan di zona hijau seperti pada era Jokowi.

Sayangnya, salah satu proyek sumur resapan di Jalan Lebak Bulus III justru menyebabkan sebagian ruas jalan rusak dan retak. Dina Bina Marga DKI meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) bertanggung jawab untuk pengembalian jalan.

"Kalau gara-gara sumur resapan silakan ke SDA. Jadi begitu dia membuat sumur resapan, itu kan jalan kita digali dibuat sumur resapan, nah pengembalian kondisinya juga oleh SDA," kata Kepala Sudin Bina Marga Jakarta Selatan Heru Suwondo kepada wartawan, Selasa (29/11).

Heru mengatakan pihaknya sudah menyarankan untuk membangun sumur resapan di pinggir jalan. Namun, jika memang harus di jalan, pengembalian jalan harus dipertanggungjawabkan.

"Karena SDA sekarang cukup banyak membangun sumur resapan di jalan, saya berharap sumur resapan adanya di pinggir. Pernah (SDA) datang ke kami, jadi dia akan membuat sumur resapan, ya kalau kita sih silakan kalau mau buat sumur resapan. Komunikasi kita sudah sampaikan, jadi ya tolong pengembalian kondisinya, jangan cuman buat sumur resapan," ujarnya.

Ke depannya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas SDA. Dia meminta SDA segara membenahi jalan beberapa jalan yang rusak akibat proyek sumur resapan.

(rdp/tor)