Kapasitas Angkutan Umum Saat Natal-Tahun Baru Dibatasi, Ada Check Point

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 11:11 WIB
Rapat Kemenhub dan Komisi V DPR RI (Eva Safitri/detikcom).
Rapat Kemenhub dan Komisi V DPR RI (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan konsep mencegah terjadinya lonjakan mobilitas warga. Salah satunya akan dilakukan pembatasan kapasitas angkutan umum pada 20 Desember 2021-2 Januari 2022 atau di periode Natal dan tahun baru.

"20 Desember-2 Januari kita akan lakukan pembatasan. Akan dilakukan pembatasan jam operasional bagi angkutan serta pembatasan kapasitas angkutan umum sesuai SE Gugus Tugas dan Inmendagri," kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Kemudian, Budi Karya mengatakan pihaknya akan membuat posko pemeriksaan di jalan tol serta di titik perbatasan ke daerah.

"Akan dilakukan peningkatan pengawasan implementasi prokes PeduliLindungi di sektor transportasi, jadi kita akan buat check point di jalan tol dan menginstruksikan kepada pemda untuk membuat check point mereka yang akan masuk ke suatu di daerah," ujarnya.

Budi Karya mengatakan pihaknya akan memastikan kebijakan itu dengan pemda dan stakeholder terkait. Pihaknya juga akan mengkonsolidasi posko pemeriksaan dengan TNI Polri.

"Kemenhub akan mengkoordinasikan dan memastikan kesiapan operasionalisasi angkutan umum selama Nataru dengan melakukan kesiapan dan kelaikan operasi armada di setiap moda," ujarnya.

"Dan ini kita lakukan konsolidasi bersama TNI Polri dan stakeholder dan bersama membuat posko-posko dan oleh karenanya kita selalu mengimbau kepada pemda untuk melakukan posko check point di daerah kedatangan dan keberangkatan," lanjut Budi Karya.

Lebih lanjut, dia memastikan pembatasan tidak akan terjadi bagi kendaraan logistik. Hal itu guna memperlancar kegiatan ekonomi

"Mobilitas logistik tidak dibatasi, ini menunjukkan kita pro agar kegiatan ekonomi terus berjalan," tuturnya.

(eva/gbr)