3 Korban Kasus 'Ayah Perkosa 3 Anak' di Lutim Diperiksa Psikologi Forensik

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 10:15 WIB
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Tiga korban dalam kasus 'ayah perkosa 3 anak' di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), memenuhi panggilan polisi setelah diminta hadir. Polisi mengatakan para korban sedang dalam pemeriksaan psikologi forensik.

"Sudah (hadir). Dan sedang dalam pemeriksaan psikologi forensik," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dimintai konfirmasi, Rabu (1/11/2021).

Adapun ketiga korban diminta hadir ke Unit PPA Polda Sulsel pada Senin (29/11). Undangan tersebut dikirim polisi ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar.

Ramadhan mengatakan pemeriksaan psikologi forensik yang dilakukan terhadap ketiga korban memerlukan waktu yang tidak sebentar. Setidaknya, para korban akan diperiksa selama satu minggu.

"Pemeriksaan psikologi forensik itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar, minimal 1 minggu, terhadap ketiga anak yang diduga dilakukan kasus pencabulan tersebut," tuturnya.

"Jadi (pemeriksaan) masih berlangsung. Itu saja," imbuh Ramadhan.

Sebelumnya, polisi mengirim surat ke LBH Makassar. Mereka meminta LBH Makassar menghadirkan korban 'ayah perkosa 3 anak' di Luwu Timur (Lutim), Sulsel.

"Tanggal 25 November 2021 sekira pukul 11.00 Wita penyidik Polres Lutim Polda Sulsel telah mengirim surat kepada LBH Makassar untuk permintaan menghadirkan 3 anak korban," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dimintai konfirmasi, Jumat (26/11).

Polisi terus menyelidiki kasus dugaan ayah memperkosa 3 anaknya di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel. Sudah 52 saksi diperiksa, tapi polisi belum juga menemukan bukti dari kasus tersebut.

"Masalah Luwu Timur, jadi sekarang Polres Luwu Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap 52 orang saksi," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat ditemui di kantor, Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (8/11).

Ramadhan menjelaskan 52 saksi itu terdiri atas berbagai unsur. Misalnya teman kerja ibu korban hingga dokter yang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ketiga anak terduga korban.

Namun polisi belum menemukan bukti kekerasan yang dilakukan oleh ayah kandung korban. Oleh karena itu, polisi berencana memeriksa ketiga korban dengan berdasarkan kesediaan ibunya.

(drg/yld)