Jubir Luhut: Silakan Audit PT GSI, Pola Pikir Novel dkk Menakutkan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 21:15 WIB
Juru bicara Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi
Juru bicara Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi. (Screenshot YouTube Setpres)
Jakarta -

Juru bicara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan Jodi Mahardi mempersilakan Novel Baswedan dan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Demokrasi dan Keadilan mengaudit PT Genomerik Solidaritas Indonesia (GSI) terkait bisnis tes PCR. Jodi mengatakan Luhut tidak keberatan untuk diaudit.

"Silakan saja untuk audit ajukan permohonan ke PT GSI. Toba Sejahtera hanya pemilik saham minoritas di kewirausahaan sosial itu, namun dari Pak Luhut tidak ada keberatan untuk audit dimaksud," kata Jodi kepada wartawan, Selasa (30/11/2021).

Jodi mengatakan Luhut berani diaudit lantaran memang tidak ada yang ditutup-tutupi. Kendati demikian, jika nantinya tudingan bisnis PCR yang dilayangkan terbukti tidak benar, Jodi meminta Novel dkk menyumbang minimal 50 ribu tes PCR dan alat genome sequencing untuk masyarakat.

"Pak Menko Luhut berani karena benar dan dari awal tidak ada yang ditutupi. Oleh karena itu jika di kemudian hari setelah dilakukan audit, tidak ditemukan apa-apa kami minta kelompok yang meminta dilakukan audit ini bisa menyumbang donasi PCR gratis untuk masyarakat dan nakes, minimal 50.000 tes PCR dan menyumbang alat genome sequencing ke universitas seperti yang dilakukan Pak Luhut dan teman-teman beliau atau paling tidak mereka melakukan bakti sosial yang sepadan. Supaya fair, masyarakat juga bisa melihat niat baik mereka, jangan bisanya membuat gaduh," papar dia.

Lebih lanjut, Jodi juga menyorot komentar Novel dkk di jumpa pers. Menurutnya, pernyataan Novel dkk tidak menunjukkan sebagai auditor yang bebas dari prejudice dan bias.

"Ada yang menarik mencermati komentar-komentar Novel Baswedan dkk di press conference, komentar-komentarnya sudah menghakimi dan seperti algojo dan sudah membuat kesimpulan sendiri bukan seperti auditor yang bebas dari prejudice dan bias," kata Jodi.

"Wedeni (menakutkan, red) juga ya pola dan cara berpikir penyidik/auditor seperti itu," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan video 'Polda Metro Periksa Pelapor Luhut-Erick Soal Isu Terlibat Bisnis PCR':

[Gambas:Video 20detik]