Dinkes DKI Siapkan Sekolah Jadi Sentra Vaksinasi COVID Anak 6-11 Tahun

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 17:01 WIB
Petugas menyuntikan vaksinasi Covid-19 dosis tiga kepada relawan di Graha Wana Bhaktiyasa, Yogyakarta, Selasa (30/11/2021). Sejumlah relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah D. I. Yogyakarta mengikuti vaksinasi massal Covid-19 dosis tiga di Graha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta. Vaksinasi Covid-19 dosis tiga atau vaksin booster untuk relawan ini menggunakan vaksin moderna. Program vaksin booster diselenggara selama tiga hari.
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom)

Sri menuturkan sejauh ini uji klinis vaksin COVID-19 baru dilakukan pada anak usia 12-17 tahun. Jika hasilnya baik, dia tak menutup kemungkinan vaksinasi Corona dilanjutkan kepada anak usia di bawah 6 tahun atau balita.

"Uji klinis dilakukan pada anak usia 12-17 tahun sudah mulai dikerjakan sejak Agustus 2021, jika aman baru dilanjutkan ke anak usia 6-11 tahun," imbuhnya.

"Di bawah 6 tahun tunggu dulu satu persatu bagaimana hasilnya, kalau memang hasilnya baik akan dilanjutkan ke balita," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan terdapat 26,4 jiwa anak usia 6-11 tahun yang akan menerima vaksin COVID-19. Untuk mencakup seluruhnya, dibutuhkan 58,7 juta dosis vaksin.

"Vaksin ini butuhkannya berapa, kira-kira 6 sampai 11 tahun itu ada 26,4 juta (jiwa) mungkin butuh tambahan 58,7 juta (dosis) yang ini juga belum ada di anggaran kita," ujar Budi dalam raker Komisi IX DPR RI, Senin (8/11/2021).

Budi mengatakan pihaknya akan memasukkan anggaran untuk vaksinasi COVID untuk anak ini dalam anggaran 2022. Selain anggaran untuk vaksin anak, Kemenkes akan menganggarkan booster vaksin untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS.

"Tapi kita sudah persiapan ini kita masukan ke anggaran tahun depan, baik booster 1 kali untuk PBI, maupun untuk anak ini akan masukkan ke anggaran," kata Budi.

Nantinya vaksinasi anak ini akan diberikan bila jumlah vaksinasi dosis kedua telah melebihi 50 persen. Dia menilai saat ini masyarakat yang masuk kategori lansia akan tetap lebih dulu diprioritaskan.


(taa/mae)