Bobby Minta Camat di Lokasi Percontohan Bebas Sampah Gercep-Inovatif

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 16:49 WIB
Pemkot Medan
Foto: Dok. Pemkot Medan
Jakarta -

Wali Kota Medan Bobby Nasution melakukan berbagai upaya untuk percepatan penanganan kebersihan di Kota Medan. Salah satunya dengan menerbitkan Surat Keputusan Wali Kota No. 658.5/31.K/VIII/2021 tentang Lokasi Percontohan Kawasan Bebas Sampah di Kota Medan.

Terdapat 6 lokasi yang telah ditetapkan menjadi lokasi percontohan kawasan bebas sampah, yakni Kecamatan Medan Petisah di Kelurahan Petisah Tengah, tepatnya di Kampung Sejahtera Lingkungan 1 dan 3, Kecamatan Medan Labuhan di Kelurahan Pekan Labuhan yakni Lingkungan 22 dan 23 dan Kecamatan Medan Deli, tepatnya di Kelurahan Tanjung Mulia di Lingkungan 4 dan 5. Kemudian Pasar Induk Lau Cih, Pasar Bakti serta Pasar Sentosa Baru.

Dengan adanya penetapan ini, Bobby berharap kecamatan lain dapat terpicu untuk ikut menciptakan kawasan bersih sampah di wilayahnya.

"Agar keenam kawasan percontohan bebas sampah ini berjalan maksimal dan efektif, saya telah menginstruksikan camat agar berkolaborasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan. Selain itu camat juga diminta harus gerak cepat (gercep) serta inovatif dalam penanganan dan pengelolaan sampah di wilayah tersebut," kata Bobby dalam keterangan tertulis, Selasa (30/11/2021).

Instruksi ini pun mendapat respons baik dari ketiga camat di wilayah tersebut. Camat Medan Petisah Budi Ansary Lubis misalnya, untuk menindaklanjuti hal ini, pihaknya telah berkolaborasi dengan DKP.

Selain itu, ia juga menggandeng masyarakat setempat, khususnya Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) untuk bersinergi mewujudkan Kampung Sejahtera bersih sampah.

"Tidak itu saja, kami juga bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II untuk membersihkan sungai dari sampah," jelas Budi.

Di sisi lain, Camat Medan Labuhan Indra Utama mengatakan guna mewujudkan Lingkungan 22 dan 23 di Kelurahan Pekan Labuhan bebas sampah, pihaknya mengoptimalkan seluruh Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) dan kepala lingkungan (Kepling). Salah satunya dengan bergotong royong membersihkan sampah di kedua lingkungan tersebut.

Lebih lanjut, Indra menyampaikan pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk membuang sampah sesuai dengan jadwal yang ditentukan, yakni dimulai pukul 06.00 WIB. Apabila melewati jadwal dan mobil pengangkut sampah sulit lewat, kata Indra, masyarakat dilarang membuang sampah di depan rumah.

"Kita sudah melakukan pembenahan di Lingkungan 22 dan 23 Kelurahan Pekan Labuhan. Selain menyediakan tempat sampah, drainase yang tersumbat akibat sampah juga rutin kita bersihkan. Di samping itu kita juga rutin mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan," ungkap Indra.

Sementara itu, Camat Medan Deli Fery Suhery mengungkapkan pihaknya telah mengajak warga Lingkungan 4 dan 5, Kelurahan Tanjung Mulia untuk menjaga kebersihan. Hal ini diwujudkan salah satunya melalui pembuatan bank sampah.

"Sebagai upaya penanganan kebersihan, kita membuat bank sampah di kedua lingkungan tersebut. Kita harapkan masyarakat dapat membuang sampah di bank sampah dan nantinya sampah akan dipilah. Keberadaan bank sampah ini sebagai wujud dari program prioritas Bapak Wali Kota di bidang kebersihan. Dengan adanya bank sampah ini, hampir seluruhnya masyarakat di Kelurahan Tanjung Mulia saat ini membuang dan memilah sampah di bank sampah," sebut Ferry.

Selain itu, kata Ferry, jajaran Kecamatan Medan Deli juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk membuang sampah di bank sampah.

"Alhamdulillah, sosialisasi yang dilakukan efektif karena saat ini masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai tidak lagi membuang sampah ke dalam sungai. Selain itu kami juga menyediakan bak sampah di wilayah tersebut," jelasnya.

Di samping pembuatan bank sampah, ungkap Ferry, setiap dua minggu sekali, pihaknya juga nggelar gotong royong dan melakukan penghijauan bersama masyarakat di kedua lingkungan tersebut. Dikatakannya, antusiasme masyarakat sangat baik sehingga saat ini sudah tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai.

"Kalau dulu banyak masyarakat di seputaran bantaran yang membuang sampah ke sungai. Sejak kami melakukan sosialisasi, mereka sekarang rata-rata mengantar sampahnya ke bank sampah. Kalaupun ada sampah yang tidak bisa dimanfaatkan dan harus dibuang, kami telah siapkan tong sampah khusus sampah yang tidak bisa didaur ulang di sepanjang sungai," paparnya.

Terkait kawasan percontohan bebas sampah di Pasar Induk Lau Cih, Pasar Bakti serta Pasar Sentosa Baru, Dirut Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Suwarno mengungkapkan langkah-langkah yang telah dilakukan di ketiga pasar.

Pada Pasar Bakti, pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan di antaranya, pemangkasan ranting pohon, pengecatan tempat pembuangan sampah, serta gotong royong sekaligus normalisasi drainase pasar bersama dengan petugas P3TSU dari kecamatan. Kemudian, dilakukan juga perbaikan asbes di kantor kepala pasar, pemasangan plang dilarang parkir, serta pengorekan tanah di halaman parkir bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan.

"Selain itu telah disediakan alat-alat kebersihan berupa kereta sorong, sapu lidi, sekop, cangkul, garukan, serokan sampah yang tujuannya untuk mendukung Program Pasar Bersih. Selanjutnya, memberikan edukasi kepada para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Selain itu melarang pengunjung dan pedagang memarkirkan kendaraannya di dalam los. Untuk gotong royong, kita telah dua kali melakukannya di September dan Oktober," jelasnya.

Sementara di Pasar Induk Lau Cih, kata Suwarno, langkah yang telah dilakukan antara lain, pembersihan sampah seluruh areal tempat berjualan setiap harinya oleh petugas kebersihan pasar. Lalu, melaksanakan gotong royong 2 minggu sekali bersama anggota pengelola jaga malam, parkir hingga organisasi pedagang. Kemudian, melakukan pengorekan parit/drainase setiap bulan bersama seluruh petugas pasar.

Guna menciptakan kenyamanan di lingkungan Pasar Induk, kata Suwarno, pengelola kamar mandi setiap harinya juga melakukan pembersihan. Pihaknya juga menempatkan keranjang sampah di beberapa titik, memperbaiki talang air yang bocor agar tidak aktivitas pedagang dan pembeli.

Sedangkan di Pasar Sentosa Baru, langkah yang telah dilakukan yakni melakukan sosialisasi soal pentingnya menjaga kebersihan pasar. Selain itu, pihaknya juga mengimbau para pedagang agar menata barang dagangannya agar tidak menutupi jalan, serta memperbaiki sarana dan prasarana di pasar.

"Kita juga berkolaborasi dengan dinas terkait dan kecamatan untuk menggiatkan gotong royong yang lebih terarah secara berkesinambungan. Setelah langkah-langkah tersebut diambil, tentunya pasar menjadi lebih tertata dan kebersihan semakin terjaga. Saat ini kesadaran pedagang dalam menjaga kebersihan meningkat dan membuat pasar bersih asri dan nyaman. Saya harap ini bisa membuat pengunjung lebih nyaman," pungkasnya.

(akn/ega)