Polisi Selidiki Aksi Pencurian Terekam CCTV di Kafe Depok

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 15:24 WIB
Aksi pencurian di Kedai Le Bye, Beji, Depok terekam kamera CCTV. (Foto: Istimewa)
Aksi pencurian di Kedai Le Bye, Beji, Depok terekam kamera CCTV. (Foto: Istimewa)
Depok -

Aksi pencurian di Kedai Le Bye, Beji, Depok, terekam kamera CCTV. Polsek Beji kini melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.

"Masih melakukan penyelidikan. Doakan semoga pelaku cepat terungkap dan tertangkap," kata Kapolsek Beji Kompol Agus Khoeron saat dihubungi detikcom, Selasa (30/11/2021).

Dalam aksi ini, terlihat dari kamera CCTV pelaku berjumlah dua orang. Pencurian itu terjadi pada Senin (29/11) dini hari.

Pemilik Kedai Le Bye, Mumun, menjelaskan kronologi saat kejadian berdasarkan rekaman CCTV. Mumun mengatakan kedua pelaku memulai aksinya dari belakang bangunan kedai. Terlihat pelaku mencongkel jendela.

"Dia mulai dari belakang bangunan kafe yang kebetulan tanah kosong, kebon. Dia mencongkel jendela yang mengarah ke tanah kosong tersebut. Kebetulan jendela ini langsung akses ke musala kafe. Dicongkel oleh pelaku, dia masuk lewat situ," kata Mumun, Selasa, (30/11/2021).

Aksi pencurian di Kedai Le Bye, Beji, Depok terekam kamera CCTV. (Foto: Nahda/detikcom)Aksi pencurian di Kedai Le Bye, Beji, Depok, terekam kamera CCTV. (Nahda/detikcom)

Setelah mencongkel jendela, pelaku terlihat membobol tembok-tembok dan pelaku berhasil masuk ke ruangan kasir. Mumun menjelaskan tidak ada barang berharga di ruangan kasir. Pelaku akhirnya membobol salah satu ruangan yang terkunci.

"Dari situ dia lalu membobol tembok-tembok yang terbuat dari sekat plafon. Kebetulan tembok ini bukan dari bata. Itu dibobol sama dia. Dia berhasil masuk ke ruang AC kafe Le Bye. Kebetulan ruangan AC ini kan dekat dengan ruangan kasir," jelas Mumun.

"Dari sini dia langsung masuk ruangan kasir. Nah kebetulan kita nggak naro barang-barang berharga di situ. Dia curiga ada di ruangan terkunci. Jadi ruangan terkunci itu dibobol juga dirusak dan dia berhasil masuk ke dalam," sambungnya.

Atas kejadian ini, Mumun menuturkan satu unit gawai/tablet dan uang tunai hasil penjualan raib. Menurut Mumun, pelaku sempat memantau kedainya untuk melihat kondisi kedai.

"Kalau tablet-nya sendiri kan harganya sekitar Rp 1,2 (juta). Kalau uang tunai sekitar hampir Rp 2,5 atau Rp 3 juta," tutur Mumun.

"Kenapa dia tahu seluk-beluknya ya mungkin dia sudah mantau. Mungkin 2-3 kali sebagai customer kan kita nggak tahu," tambahnya.

(mae/mae)