Kemendikbud Ristek Pakai Platform Digital Promosikan Produk UMKM Maluku

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 12:08 WIB
Sumatera Barat memiliki batik tersendiri yang berbeda dengan batik Jawa. Namanya Batik Tanah Liek atau Batik Tanah Liat.
Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Kemendikbud Ristek memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk-produk UMKM Maluku. Hal ini dilakukan untuk memberikan akses pasar yang luas bagi UMKM dan satuan pendidikan vokasi Maluku yang berpartisipasi dalam gelaran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) #AromaMaluku.

Cara berbelanja produk khas Maluku secara daring ini dipertontonkan kepada undangan yang hadir dalam acara puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) #AromaMaluku, Senin (29//11). Pada sesi pengenalan belanja daring, Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ristek Suharti, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, serta Gubernur Maluku Murad Ismail mencoba berbelanja produk-produk asal Maluku secara daring.

Produk pertama yang dikenalkan adalah Tenun Ikat Ralsasam yang merupakan produk UMKM berupa kain tenun dengan menggunakan pewarna alam, berupa kulit kayu dan daun-daunan. Produk ini dibeli oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan secara telekonferensi dengan memanfaatkan fitur QRIS. Usai membeli, Luhut berpesan agar perajin tenun ikat terus semangat dalam meningkatkan kualitas produknya sehingga dapat bersaing dengan produk lainnya.

Produk kedua adalah kreasi makanan dari singkong dan rumput laut yang diberi nama Enbal Crispy. Koordinator Teaching Factory Politeknik Perikanan Negeri Tual, Ismail Marsawesi yang hadir memperkenalkan produk tersebut di atas panggung menjelaskan, Enbal Crispy merupakan kolaborasi antara darat dan laut.

Produk dengan tagline 'Produk Lokal Rasa Internasional' tersebut dikemas dalam tiga ukuran, yaitu kemasan primer, kemasan sekunder, dan kemasan tersier. Enbal Crispy dibeli oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ristek Suharti sebanyak 100 kotak kemasan sekunder dengan bertransaksi secara daring. Setelah membeli, Suharti menitipkan salam kepada para mahasiswa yang memproduksi produk olahan kreatif tersebut.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi pada satuan pendidikan vokasi yang telah berpartisipasi dan berkontribusi pada pelaksanaan puncak acara Gernas BBI #AromaMaluku.

"Kita lihat hari ini begitu luar biasa banyak sekali produk yang dihasilkan oleh SMK, kampus vokasi, dan satuan pendidikan lainnya. Inilah bentuk nyata dari penguatan teaching factory sehingga dari vokasi dapat menghadirkan alternatif produk yang diterima oleh masyarakat, contohnya produk Enbal Crispy yang memberi inovasi pangan dikolaborasikan dengan potensi laut, melalui pemanfaatan rumput laut," jelas Wikan dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (30/11/2021).

Wikan berharap teaching factory ini dapat terus ditingkatkan untuk bisa menginspirasi satuan pendidikan lainnya.

"Terlebih lagi di Provinsi Maluku yang merupakan daerah yang memiliki potensi kemaritiman menjadi bidang prioritas, ini penting untuk dikembangkan lebih jauh lagi dalam inovasi-inovasi produk yang juga dalam prosesnya kita dorong untuk diawali dari link and match dengan dunia kerja, baik industri, asosiasi, maupun UMKM," papar Wikan.

Produk lain yang diperkenalkan, adalah tas hasil kreasi dari merek lokal asli Maluku, Kabeta Craft. Produk kerajinan yang dihasilkan itu mengambil inspirasi dari kekayaan alam dan budaya Maluku, seperti tenun Tanimbar yang dikreasikan menjadi produk akhir berupa tas, dompet, dan pouch. Produk yang memiliki desain otentik ini dibeli oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Ketiga produk di atas, serta berbagai produk unggulan Maluku lainnya dapat dilihat via belanjaciptamaluku.kemdikbud.go.id. Laman ini menyediakan beragam produk unggulan Maluku, mulai dari kuliner, minyak kayu putih, kain tenun, kreasi tas, dompet, dan lainnya. Dalam laman tersebut, tersaji foto dan keterangan lengkap mengenai produk, serta marketplace yang menjual produk tersebut.

Sebagai informasi, Gernas BBI #AromaMaluku dibungkus dalam kampanye Budaya Cipta Nusantara yang diinisiasi oleh Kemendikbud Ristek untuk mendukung pelaku ekonomi UMKM agar kembali produktif dan terus berkembang dengan terus meningkatkan omzet. Diharapkan masyarakat Indonesia semakin gemar membeli, mengonsumsi, dan menggunakan produk buatan Indonesia, khususnya pelaku UMKM yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim mengatakan, kolaborasi pendidikan dan dunia usaha dunia industri sangatlah penting. Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk terus menguatkan kerja sama ini yang telah diwujudkan melalui Program SMK Pusat Keunggulan, Kampus Merdeka Vokasi, dan Kampus Merdeka.

"Hasil dari kolaborasi ini sangat luar biasa. Melalui platform Kedaireka, kami mencatat total kontribusi industri proyek bersama kampus dan perusahaan sebesar lebih dari Rp 1,1 triliun. Kontribusi ini menguatkan ekosistem riset dalam lingkup pendidikan dan inovasi pelajar," terang Nadiem.

(prf/ega)